Para peneliti berhasil mengekstrak 13 genom dari gua batu Oakhurst, Afrika Selatan. Genom-genom tersebut mencakup DNA purba tertua di wilayah tersebut hingga saat ini dari dua individu yang hidup sekitar 10.000 tahun lalu.
Situs arkeologi batu Oakhurst berada di dekat kota George di pantai selatan Afrika Selatan. Tempat ini terletak di tebing batu pasir di Lembah yang subur dengan pohon-pohon yellowwood.
Dilansir The Conversation, hasil temuan ini menunjukan bahwa populasi di Afrika Selatan berbeda dengan wilayah lain di dunia. Orang-orang tidak datang ke tempat itu secara bergelombang seperti di wilayah Eropa atau Asia.
Sebaliknya, secara berkesinambungan genetik itu diturunkan terus menerus untuk 13 individu ini, dari 10.000 hingga 1.300 tahun yang lalu.
Penelitian Oakhurst yang dimulai pada tahun 2017 dengan 13 individu sebagai sampel yang dilakukan dengan uji radiokarbon dari kolagen tulang dan gigi pada sampel tersebut
Advertisement
Genom Mirip Manusia Modern
Para peneliti menemukan semua individu tersebut adalah orang dewasa, lima perempuan dan delapan laku-laki dengan rincian dua sampel berusia 9.000-10.000 tahun, empat berusia 5.000-6.000 tahun, lima berusia 4.000-5.000 tahun, dan dua berusia 1.000-1.500 tahun.
Tiga belas genom tersebut ternyata relatif mirip dengan genom manusia modern yang mendiami Afrika Selatan saat ini seperti dari suku San, Khoekhoe dan suku Khomani.
Uniknya dari tiga belas individu ini tidak ada satupun leluhur yang berasal dari luar Afrika Selatan yang menunjukan bahwa keturunan para leluhur di wilayah ini masih terjaga sampai sekarang. Para pendatang baru sampai di afrika 2000 tahun yang lalu memperkenalkan penggembalaan, pertanian dan bahasa baru.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti