Goodyear Venezuela Tutup Akibat Krisis Ekonomi, Karyawan Diberi Pesangon 10 Ban

Pemberitahuan pemecatan tersebut datang dengan sangat mendadak, padahal para karyawannya hendak masuk bekerja seperti biasa di pagi hari pada 10 Desember.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Goodyear Venezuela Tutup Akibat Krisis Ekonomi, Karyawan Diberi Pesangon 10 Ban
Goodyear Venezuela Tutup. ©2018 AP Photo/Juan Carlos Hernandez

Perusahaan Goodyear Tire & Rubber Co yang memproduksi produk ban berhenti beroperasi di Venezuela dan melakukan pemecatan besar-besaran terhadap karyawan lokalnya. Berhentinya Goodyear menambah sederet daftar perusahaan asing yang tutup di Venezuela akibat terkena dampak krisis ekonomi.

Pemberitahuan pemecatan tersebut datang dengan sangat mendadak, padahal para karyawannya hendak masuk bekerja seperti biasa di pagi hari pada 10 Desember. Setibanya di pabrik, para karyawan malah menemukan surat penutupan usaha yang terpampang di gerbang.

"Goodyear Venezuela telah dipaksa untuk menghentikan operasi," menurut salinan pemberitahuan, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (11/12).

"Tujuan kami adalah mempertahankan operasi, tetapi kondisi ekonomi dan sanksi Amerika Serikat (terhadap Venezuela) membuat ini menjadi tidak mungkin," tambah pemberitahuan itu.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh lawan-lawannya dan AS melancarkan "perang ekonomi" pada pemerintahannya.

Eduar Bremo, anggota serikat buruh pabrik Goodyear, mengatakan bahwa perusahaan membayar paket pesangon kepada lebih dari 1.200 karyawannya dan memberikan masing-masing 10 ban, yang sangat berharga di Venezuela yang kekurangan pasokan.

Namun, seperti dikutip dari BBC, pihak Goodyear tengah mengupayakan memberikan paket tunjangan PHK yang lebih layak bagi para mantan karyawannya, paket itu termasuk 10 ban yang diberikan di muka.

Menurut Bremo, pabrik itu memproduksi sekitar 1.000 ban sehari, tetapi kekurangan bahan dan biaya produksi yang melonjak, memaksa mereka menutup usaha.

Eduardo Arguelles, juru bicara Goodyear untuk Amerika Latin belum memberikan tanggapan atas pertanyaan berbagai kantor berita.

Tahun-tahun kekacauan ekonomi telah membuat perusahaan seperti Kellogg Co. dan Kimberly-Clark Corp meninggalkan Venezuela. Hal ini akibat hiperinflasi yang menyebabkan sebagian besar bisnis dilakukan dalam mata uang lokal yang tidak stabil.

Selain perusahaan tersebut, perusahaan lain juga melakukan pemangkasan tenaga kerja serta pembatasan atas produk mereka agar masih bisa bertahan. Pekan lalu, Ford Motor Co. juga melakukan upaya serupa agar perusahaan tetap berjalan.

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi