Pasukan Israel melanjutkan operasi militer di kota Qabatiya, Tepi Barat yang diduduki, hingga hari kedua pada Sabtu (27/12/2025) dengan mengepung wilayah tersebut serta menyampaikan ancaman penghancuran rumah seorang warga Palestina yang diduga terlibat dalam serangan di Israel.
Operasi ini menyusul pengerahan besar pasukan Israel pada Jumat, setelah terjadi serangan penusukan dan penabrakan kendaraan di wilayah Beit Shean dan Afula yang menewaskan seorang pria dan seorang perempuan. Polisi Israel menyatakan terduga pelaku merupakan warga Palestina berusia 34 tahun asal Qabatiya yang ditembak dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
Wali Kota Qabatiya, Ahmad Zakarnah, mengatakan pasukan Israel masih mengepung kota hingga Sabtu pagi dengan menutup pintu masuk dan jalan-jalan utama, disertai penggerebekan rumah serta penangkapan warga. Menurutnya, operasi tersebut hampir melumpuhkan seluruh aktivitas kehidupan masyarakat di kota itu.
Rencana penghancuran rumah keluarga tersangka kembali menuai kecaman dari warga Palestina. Praktik tersebut telah lama diterapkan oleh otoritas Israel dan secara konsisten dikritik oleh berbagai organisasi hak asasi manusia yang menilai kebijakan itu sebagai bentuk hukuman kolektif.