Drone yang Tewaskan Sulaimani Terbang dari Qatar
Merdeka.com - Sumber militer hari ini mengungkapkan pesawat nirawak (drone) yang menewaskan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani Jumat lalu terbang dari Qatar dan setelah itu menteri Luar Negeri Qatar berangkat ke Iran untuk menyampaikan duka cita atas kematian Sulaimani.
Menurut pengamat dari Yayasan Pertahanan Demokrasi yang berbasis di Washington, Varsha Koduvayur, kebijakan Qatar yang bertolak belakang ini--memberi kesempatan drone AS terbang dari wilayahnya dan kemudian menyampaikan duka cita--menunjukkan betapa berbahayanya kebijakan pemimpin Qatar terhadap iran.
"Di satu sisi, Qatar menjadi tempat bercokolnya tentara AS di pangkalan udara al-Udeid. Tapi di sisi lain Qatar mendanai kelompok teror di seantero Timur Tengah yang bertolak belakang dengan kepentingan AS dan bekerja sama dengan negara yang ingin merusak kepentingan AS di Timur Tengah," kata Koduvayur dalam sebuah wawancara, seperti dilansir laman Al Arabiya, Senin (6/1).
"Kami menganggap diri kami berpihak kepada Iran. Kami tidak menduga sama sekali hal ini bisa terjadi atau keputusan semacam itu bisa diambil. Itu tindakan yang tidak diduga dan kami sangat berduka atas kejadian ini," kata Menteri Luar Negeri Muhammad bin Abdulrahman al-Thani ketika melayat ke Teheran dua hari lalu dan menyampaikan duka cita kepada Presiden Iran Hassan Rouhani.
Pangkalan Militer Terbesar di Timur Tengah
Saat ini ada sekitar 10.000 personel militer AS di pangkalan udara Qatar al-Udeid, fasilitas militer terbesar AS di Timur Tengah.Sejak Perang Teluk pada 1991, pangkalan udara Al-Udeid digunakan untuk menjadi pangkalan komando jet tempur dan aset Angkatan Udara AS lainnya di Timur Tengah.
Tapi pada September lalu untuk pertama kalinya selama 13 tahun, AS memindahkan kendali komando dari Qatar ke pangkalan udara Shaw di South Carolina.
Pada saat itu pejabat Angkatan Udara AS mengatakan kepada harian the Washington Post, insiden akhir-akhir ini di Timur Tengah yang melibatkan Iran membuat AS memindahkan kendali komandonya ke pangkalan lain.
Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani tewas oleh drone AS ketika iring-iringan mobilnya di Bandara Internasional Baghdad dihantam rudal dari pesawat tanpa awak itu pada Jumat dini hari.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya