Pelatih Indonesia All Stars, Kurniawan Dwi Yulianto, mengungkapkan kepuasannya terhadap performa tim asuhannya saat menghadapi Aston Villa. Pertandingan persahabatan tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu, 2 Agustus.
Meskipun harus menelan kekalahan dengan skor 1-3, Kurniawan menilai para pemain tampil lepas dan penuh percaya diri. Hal ini memungkinkan mereka memberikan perlawanan sengit kepada sang juara Liga Europa.
Menurut Kurniawan, sikap positif dan keberanian pemain menunjukkan kualitas individu mereka, menjadikannya bekal berharga untuk masa depan. Ia mengapresiasi bagaimana tim mampu bermain sebagai kesatuan.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Penampilan Tim
Kurniawan Dwi Yulianto menyatakan bahwa permainan timnya sesuai dengan rencana awal yang telah disusun. Ia memuji attitude para pemain yang luar biasa dan tidak merasakan tekanan.
“Sesuai dengan apa yang kita rencanakan dari awal, bahwa attitude para pemain sungguh luar biasa, mereka tidak under pressure, kemudian percaya diri. Itu yang paling penting, sehingga ini bagus untuk bekal mereka. Mereka bermain dengan tim, tetapi berani menunjukkan kualitasnya,” kata Kurniawan ketika menemui awak media setelah pertandingan di SUGBK, Sabtu.
Mantan pelatih timnas U17 Indonesia ini juga mengapresiasi kinerja timnya, baik dalam fase menyerang maupun bertahan. Meskipun persiapan tim sangat singkat, hanya satu hari latihan, pemain mampu menerjemahkan instruksinya dengan baik.
Advertisement
Salah satu contohnya adalah keberhasilan tim membatasi pergerakan Alejandro Garnacho, pemain pinjaman dari Chelsea yang sebelumnya bermain untuk Manchester United. Kurniawan menekankan pentingnya bermain sebagai tim dan saling menutup pergerakan lawan.
Advertisement
Gol Arkhan Kaka dan Kepercayaan Diri
Dalam pertandingan tersebut, tiga gol Aston Villa dicetak oleh Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo. Sementara itu, satu-satunya gol balasan untuk Indonesia All Stars dicetak oleh Arkhan Kaka.
Kaka berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola rebound dari sepakan Reno Salampessy yang tidak mampu diselamatkan dengan sempurna oleh kiper Aston Villa. Gol ini menjadi sorotan penting dalam laga tersebut.
Kurniawan Dwi Yulianto berharap gol ini akan meningkatkan kepercayaan diri Arkhan Kaka, yang saat ini masih berusia 18 tahun. “Sebagai seorang striker tentu ini sangat berarti lah buat kepercayaan diri dia. Apalagi yang digolin adalah tim Aston Villa,” ujar Kurniawan.
Advertisement
Striker legendaris Indonesia itu menambahkan bahwa gol ini membuktikan kualitas Kaka dan menunjukkan bahwa ia tidak gugup saat menghadapi tim besar. Ia berharap Kaka akan terus berkembang dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Advertisement
Cedera Jordy Werhmann
Satu-satunya hal yang disesalkan oleh Kurniawan Dwi Yulianto dari pertandingan ini adalah cedera yang dialami oleh Jordy Werhmann. Cedera ini menjadi perhatian serius bagi tim dan klubnya.
Kurniawan menyampaikan permohonan maaf kepada klub Jordy, Madura United, karena salah satu pemainnya mengalami cedera. Cedera ini berpotensi menyebabkan Jordy absen pada pekan-pekan awal kompetisi liga musim depan yang akan dimulai awal September.
Meskipun belum ada kepastian medis, Kurniawan menduga Jordy mengalami dislokasi pada bahunya. “Belum ada kepastian, tapi kayaknya dislokasi ya. Sini, di bahu ini. Gitu ya. Mudah-mudahan nggak kenapa-napa,” kata Kurniawan mengungkapkan apa yang dialami Jordy.
Advertisement
Sumber: AntaraNews