Bocoran Rekaman Kepala Intelijen Israel, Satu Orang Israel Harganya 50 Nyawa Warga Palestina

Pernyataan itu dia sampaikan tak lama setelah dimulainya operasi militer Israel ke Gaza pada 7 Oktober.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Bocoran Rekaman Kepala Intelijen Israel, Satu Orang Israel Harganya 50 Nyawa Warga Palestina
Aharon Haliva (Quds News Network)

Sebuah rekaman audio bocor mengungkap mantan kepala intelijen Israel, Aharon Haliva, menyerukan pembunuhan massal di Gaza. Dalam komentarnya yang dibuat tak lama setelah operasi militer 7 Oktober, Haliva mengatakan untuk setiap orang Israel yang terbunuh, lima puluh warga Palestina harus dibunuh. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini berlaku tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.

Haliva membingkai pembunuhan tersebut bukan sebagai balas dendam, melainkan sebagai “peringatan bagi generasi mendatang”.

“Keberadaan lima puluh ribu mayat di Gaza adalah sesuatu yang saya anggap perlu untuk generasi mendatang,” katanya. “Mereka membutuhkan Nakba sepanjang masa agar merasakan akibatnya.”

Kelaparan merenggut lebih dari 200 jiwa

Dilansir Quds Network, Sabtu (16/8), pernyataannya dibuat dalam forum pribadi, namun dipublikasikan pada Jumat malam. Nada ucapannya mengejutkan banyak pihak, menyoroti cara pandang yang melihat kematian massal warga sipil sebagai pesan strategis.

Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza, lebih dari 62.000 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Wilayah tersebut tetap berada di bawah pengepungan ketat. Kelaparan telah merenggut lebih dari 200 nyawa tambahan, sebagian besar anak-anak.

Mahkamah Internasional (ICJ) telah menuntut Israel menghentikan tindakan genosida. Sementara itu, Pengadilan Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Galant atas kejahatan perang.

Rekomendasi