KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

AS tuding UEA dalang peretas yang memantik krisis Qatar-Liga Arab

Senin, 17 Juli 2017 18:08 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Ilustrasi hacker. ©Reuters/Kacper Pempel

Merdeka.com - Amerika Serikat menuding Uni Emirat Arab adalah dalang konflik diplomatik negara-negara di kawasan Teluk dengan Qatar. Hal itu didasarkan atas hasil penyelidikan dilakukan AS.

Dilansir dari laman Middle East Eye, Senin (17/7), menurut sumber di pemerintahan AS, mereka baru menyadari pekan lalu kalau UEA adalah biang perseteruan antara Liga Arab dan Qatar. Mereka menyatakan dari hasil penyelidikan intelijen diketahui beberapa petinggi UEA merencanakan meretas kantor berita Qatar dan mengunggah berita palsu pada 23 Mei.

Berita itu lantas muncul 24 Mei tengah malam. Di dalam badan berita tertulis kutipan Emir Qatar, Syekh Tamim Bin Hamad al-Thani, yang diduga 'dipelintir' menyebut Iran adalah kekuatan Islam dan memuji-muji Hamas. Belum diketahui apakan UEA meretas kantor berita Qatar secara langsung, atau melalui pihak ketiga.

Berita itu lantas membikin hubungan Qatar dan sejumlah negara di teluk, seperti Arab Saudi, Irak, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik. Negara-negara yang bertikai lantas memblokir siaran sejumlah stasiun televisi dan kantor berita Qatar.

Arab Saudi lantas menjatuhkan sanksi kepada Qatar pada 5 Juni, dan menutup seluruh pintu perbatasan. Mereka juga melarang pesawat maskapai Qatar Airlines melintas di wilayah udara mereka, dan memerintahkan warganya segera pulang.

Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, buru-buru menampik tudingan AS.

"UEA tidak terlibat dalam perkara yang dituduhkan seperti meretas artikel," tulis Anwar dalam keterangan pers.

Duta Besar UEA buat Amerika Serikat, Yusuf al-Utaiba, justru menyatakan krisis itu terjadi karena ulah Qatar.

"Mereka membiayai, mendukung, dan membiarkan ekstremis mulai dari Taliban, Hamas, hingga mendiang Muammar Khaddafi. Memantik kekerasan, menganjurkan radikalisasi, dan menggoyahkan stabilitas negara tetangga," kata Yusuf. [ary]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.