Arkeolog Temukan Makam Berusia 3.000 Tahun Dihias dengan Lukisan Indah, Pernah Dibobol Perampok di Masa Lalu
Makam ini ditemukan di dalam kompleks pemakaman berusia 3.000 tahun.
Para peneliti menemukan makam baru di kompleks pemakaman kuno Tarquinia yang merupakan situs UNESCO di Italia yang berusia 3.000 tahun. Makam yang baru ditemukan ini dihias dengan lukisan indah.
Dengan bantuan ahli arkeologi-speleologi, dipastikan ini adalah makam Etruria yang pernah digali di masa lalu. Salah satu makam memiliki dinding yang telah runtuh, memperlihatkan akses ke ruang makam yang lebih dalam, sebagian dipenuhi tanah dan puing-puing. Pemandangan yang dilukis dengan warna indah menghiasi dinding, sebagai tanda kenangan peradaban Etruria kuno.
Untuk melindungi situs dari potensi ancaman yang ditimbulkan oleh perampok makam dan pengunjung yang ceroboh, Pengawas melakukan operasi penggalian dengan kerahasiaan yang ketat. Berkat dana hibah yang besar dari Kementerian Kebudayaan, para arkeolog dapat melakukan intervensi menyeluruh untuk mengamankan makam tersebut dan menjaga keseimbangannya. Akibatnya, pengumuman penemuan tersebut ditunda selama dua tahun untuk memungkinkan studi lebih lanjut atas temuan tersebut, seperti dikutip dari Arkeonews, Kamis (6/2).
Hasil penyelidikan arkeologi mengungkapkan, makam yang dilukis itu digali jauh di bawah kuburan yang sudah ada sebelumnya. Pada zaman kuno, perampok makam telah membobol makam dengan menusuk lempengan penutup, menjarah barang-barang kuburan yang asli. Selanjutnya, runtuhnya ruang atas membawa puing-puing dan benda-benda yang bercampur dengan sisa-sisa makam bagian bawah.
Budaya Etruria
Saat ini, hanya beberapa pecahan tembikar bergambar merah Attic yang tersisa dari barang-barang kuburan dari makam yang dicat, sehingga menonjolkan nilai dari benda-benda yang awalnya diletakkan bersama pemilik makam. Namun, harta karun sebenarnya dari penemuan ini terletak pada lukisan dinding menakjubkan yang menghiasi dinding ruang pemakaman.
Lukisan dinding tersebut memberikan wawasan unik tentang budaya Etruria. Dinding kiri menampilkan pemandangan dinamis dari tarian hingar bingar, di mana pria dan wanita digambarkan bergerak melingkar mengelilingi pemain seruling yang anggun, mencerminkan vitalitas dan semangat perayaan yang menjadi ciri khas masyarakat Etruria.
Sebaliknya, dinding belakang memperlihatkan sosok seorang wanita—mungkin sudah meninggal—dan dua pria muda; namun, sebagian dekorasinya telah hilang karena runtuhnya struktur. Dinding kanan menyajikan gambaran yang lebih misterius tentang bengkel pengerjaan logam. Para ahli berspekulasi, ini mungkin mewakili bengkel mitos dewa Sethlans, setara dengan Hephaestus di Etruria, atau bengkel kerajaan yang terkait dengan keluarga individu yang dikebumikan.