115 Hari Ditawan Abu Sayyaf, Farhan Berhasil Melarikan Diri ke Hutan

Kamis, 16 Januari 2020 17:25 Reporter : Pandasurya Wijaya
115 Hari Ditawan Abu Sayyaf, Farhan Berhasil Melarikan Diri ke Hutan Mohammad Farhan. ©Joint Task Force Sulu

Merdeka.com - Salah satu nelayan warga negara Indonesia Muhammad Farhan, 27 tahun, yang ditawan kelompok bersenjata Abu Sayyaf, akhirnya diselamatkan anggota militer Filipina dari Komando Mindanao Barat (WestMinCom) di Barangay Bato-Bato, Indanan, Sulu sekitar pukul 18.45 kemarin.

Farhan diculik bersama dua nelayan WNI lainnya September lalu. Dua rekannya sudah diselamatkan lebih dulu bulan kemarin oleh tentara Filipina setelah baku tembak selama sekitar 30 menit.

Menurut Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, Komandan WestMinCom, pasukannya melancarkan "serangkaian operasi intelijen dan kontak senjata" yang berujung pada penyelamatan Farhan.

Farhan dilaporkan berhasil melarikan diri dari para penculiknya dan seorang warga setempat kemudian mengabarkan ke tentara tentang lokasi keberadaan Farhan.

"Dia melarikan diri dua hari lalu dari para penculiknya Abu Sayyaf di daerah hutan Barangay Kagay, Indanan. Seorang warga sipil kemudian melihat dia dan melapor kepada salah satu dari dua unit kami bahwa dia (Farhan) berhasil kabur dari para penculiknya. Setelah berkoordinasi dengan tentara kami dia berhasil dijemput di Barangay Bato-Bato, Indanan sekitar pukul 18.45," kata Mayor jenderal Corly Vinluan Jr, Komandan Pasukan Gabungan Sulu, seperti dilansir CNN Filipina, Rabu (15/1).

1 dari 1 halaman

Sobejana menuturkan, Farhan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kuta Heneral Teodulfo Bautista untuk diperiksa kesehatannya.

Dia kemudian dibawa dengan helikopter ke Rumah Sakit Umum Navarro Camp untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Farhan diculik bersama dua rekannya sesama nelayan di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia pada 23 September 2019 lalu. Dua sandera lainnya atas nama Maharudin dan Samiun telah dibebaskan pada 22 Desember 2019 dan diserahkan langsung oleh Menlu RI kepada keluarga pada 26 Desember 2019.

"Dengan bebasnya Farhan maka saat ini seluruh WNI yang disandera Abu Sayyaf telah berhasil dibebaskan," tulisnya.

Kemenlu menambahkan, pemerintah Indonesia mengapresiasi kerjasama yang baik dari pemerintah Filipina. Secara khusus disampaikan terima kasih kepada Divisi 11 tentara Filipina di Sulu, yang telah membantu upaya pembebasan para sandera WNI.

Untuk menyelamatkan tiga WNI yang disandera ini, Mabes Polri bersama Kemenlu terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina sejak akhir tahun lalu. [pan]

Baca juga:
Militer Filipina Kembali Berhasil Bebaskan Satu WNI Korban Penculikan Abu Sayyaf
RI akan Perkuat Kerjasama Pencegahan Penculikan Nelayan dengan Filipina dan Malaysia
Sepak Terjang Anggota Marinir yang Gugur saat Bebaskan WNI dari Abu Sayyaf
Kakak Tewas Bertempur di Marawi, Adik Gugur Selamatkan WNI dari Sandera Abu Sayyaf
Pemerintah dan Filipina Koordinasi Terkait Satu WNI Masih Disandera Abu Sayyaf
Dua ABK Bebas dari Abu Sayyaf Dikembalikan pada Keluarga

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini