Kelemahan Pertahanan MU Bikin Dimitar Berbatov Geram: Kurangnya Pemahaman dan Antisipasi dalam Permainan
Meskipun Manchester United (MU) berhasil mencetak empat gol melawan Bournemouth, mereka juga kebobolan empat gol dalam pertandingan tersebut.
Legenda Manchester United (MU), Dimitar Berbatov, menyatakan kekhawatirannya yang mendalam mengenai performa lini belakang Setan Merah setelah pertandingan dramatis yang berakhir imbang 4-4 melawan Bournemouth di Old Trafford pada Selasa (16/12/2025) dini hari WIB.
Meskipun MU sempat memimpin pada menit ke-79 berkat gol Matheus Cunha, mereka kembali kehilangan keunggulan setelah kebobolan lima menit kemudian.
Menurut Dimitar Berbatov, pilihan pemain belakang yang menampilkan Leny Yoro dan Ayden Heaven, dua bek muda yang memiliki potensi besar, masih menunjukkan kurangnya pengalaman serta pemahaman tentang situasi di lapangan.
Ia juga menyoroti kontribusi Amad Diallo yang sering kali dipaksa untuk membantu pertahanan meskipun bukan merupakan pemain bertahan sejati.
"Dua gol yang kebobolan disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan antisipasi dalam permainan. Ketika lini tengah kehilangan kecepatan, lawan yang memiliki mobilitas lebih baik akan selalu menjadi ancaman," tegas Berbatov.
Mengapa Mudah Kebobolan?
Dimitar Berbatov mengungkapkan masalah utama yang dihadapi MU saat ini adalah kurangnya kekompakan dalam bertahan. Meskipun menggunakan lima pemain bertahan, tim ini masih sering kebobolan gol dengan mudah.
"Pertanyaan besar kembali muncul: bagaimana cara menghentikan kebobolan gol-gol mudah? Bahkan saat bermain dengan lima bek, kami tetap kebobolan," tegas mantan penyerang asal Bulgaria tersebut.
Dia juga menambahkan bahwa sebenarnya MU memiliki potensi di lini depan untuk mencetak gol dan menciptakan berbagai peluang. Namun, tanpa adanya pertahanan yang kuat, tim ini terus kehilangan poin, sehingga jarak mereka dengan tim-tim di papan atas semakin jauh.
Ketidakmampuan bertahan dengan baik menjadi penghalang bagi Manchester United untuk meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan.
Tantangan AFCON dan Boxing Day
Situasi Manchester United semakin rumit dengan hilangnya tiga pemain yang berpartisipasi dalam Piala Afrika (AFCON), yaitu Noussair Mazraoui, Amad Diallo, dan Bryan Mbeumo.
Menurut Berbatov, absennya ketiga pemain ini akan menjadi tantangan besar, terutama di tengah jadwal pertandingan yang padat menjelang Boxing Day. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi hasil selama periode Natal, mengikuti filosofi yang diajarkan oleh Sir Alex Ferguson.
Namun, Berbatov tidak menampik bahwa United sering kali kehilangan poin secara mengejutkan. "Mereka terlihat bagus di atas kertas, tetapi bisa kehilangan poin melawan siapa pun. Saya berharap mereka belajar dari kesalahan dan mulai mengumpulkan poin," tutup Berbatov.
Saat ini, Manchester United berada di posisi keenam klasemen dengan catatan kebobolan 26 gol dari 16 pertandingan. Untuk tetap bersaing di papan atas Premier League, tim ini harus segera menemukan solusi untuk masalah di lini pertahanan mereka.
Keterpurukan ini harus segera diatasi agar tidak semakin terpuruk di klasemen. Dengan tantangan yang ada, manajemen dan pelatih perlu mengambil langkah strategis untuk memperbaiki performa tim. Jika tidak, peluang untuk meraih posisi yang lebih baik akan semakin menipis.
Sumber: ESPN