Amad Tegaskan Tak Menyesal Acungkan Jari Tengah saat Tur Asia MU di Malaysia: Mereka Menghina Ibu Saya

Amad akhirnya memberikan penjelasan setelah kejadian saat ia mengacungkan jari tengah kepada suporter dalam tur pasca-musim Manchester United di Malaysia.

Aning Jati
Oleh Aning Jati - Reporter
Amad Tegaskan Tak Menyesal Acungkan Jari Tengah saat Tur Asia MU di Malaysia: Mereka Menghina Ibu Saya
Pemain Manchester United (MU), Amad Diallo, merayakan suksesnya mencetak gol ke gawang Southampton pada lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (17/1/2025) dini hari WIB. (AP P (Pemain Manchester United (MU), Amad Diallo, merayakan suksesnya mencetak gol ke gawang Southampton pada lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (17/1/2025) dini hari WIB. (AP P)

Amad Diallo akhirnya memberikan klarifikasi setelah video yang menunjukkan dirinya mengacungkan jari tengah kepada para penggemar menjadi viral saat Manchester United (MU) melaksanakan tur pasca-musim di Asia. Musim yang dilalui Setan Merah dipenuhi dengan kekecewaan, di mana mereka tidak meraih trofi dan hanya menempati posisi ke-15 di klasemen Premier League. Di tengah situasi yang sulit ini, Amad muncul sebagai salah satu dari sedikit harapan di dalam skuad.

Pemain berusia 22 tahun ini masih dianggap sebagai bagian yang vital dalam rencana pelatih baru, Ruben Amorim. Namun, tindakan Amad terhadap suporter selama tur tersebut mendapat kritik yang cukup tajam. Kini, Amad menjelaskan latar belakang emosional yang mendorong reaksinya tersebut, memberikan pemahaman lebih dalam mengenai situasi yang dihadapinya.

Amad Menyampaikan Pernyataan di Media Sosial

Amad Klarifikasi Aksi Acungkan Jari Tengah saat Tur Asia MU: Saya Tak Menyesalinya
Pemain Manchester United (MU), Amad Diallo, merayakan suksesnya mencetak gol ke gawang Southampton pada lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (17/1/2025) dini hari WIB. (AP P Pemain Manchester United (MU), Amad Diallo, merayakan suksesnya mencetak gol ke gawang Southampton pada lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (17/1/2025) dini hari WIB. (AP P

Melalui akun X, Amad memberikan klarifikasi mengenai insiden yang terjadi. Pemain dengan nomor punggung 16 ini mengakui bahwa reaksinya tidak seharusnya terjadi, meskipun ia tidak merasa menyesal atas tindakannya.

"Saya menghormati semua orang, tapi tidak untuk mereka yang menghina ibu saya... Saya seharusnya tidak bereaksi seperti itu, tapi saya tidak menyesalinya. Kami menjalani waktu yang menyenangkan di Malaysia bersama orang-orang yang baik," ungkap Amad.

Pernyataan yang ia sampaikan mengenai ibunya muncul di tengah spekulasi bahwa ia merasa kesal karena ada suporter yang memanggilnya dengan nama 'Diallo' nama belakang yang kini ingin ia tinggalkan.

Walaupun demikian, beberapa media besar masih menggunakan nama lengkapnya. Keputusan Amad untuk menjauhi nama 'Diallo' berkaitan dengan masalah hukum yang pernah ia alami di awal kariernya. Ia berusaha untuk melangkah maju dan meninggalkan masa lalu yang menyakitkan. Dengan pernyataan tersebut, Amad berharap dapat menjelaskan posisinya dan mengajak para penggemar untuk lebih menghormati privasinya, terutama terkait keluarganya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman di kalangan penggemar dan media.

Amad Memutuskan untuk Meninggalkan Nama 'Diallo' karena Alasan Pribadi

5 Pemain Muslim yang Pernah Bela Manchester United, Nomor Terakhir Lawan Indonesia
Pemain Manchester United, Zidane Iqbal berusaha mengejar bola pada laga persahabatan melawan Rayo Vallecano di Old Trafford, Manchester, 31 Juli 2022. Iqbal menjadi pemain pertama yang dilepa © 2025 Liputan6.com

Amad pertama kali menginjakkan kaki di Eropa pada usia 10 tahun, bersama kakaknya, Hamed Junior Traore, yang kini bermain untuk klub Prancis, Auxerre. Mereka tinggal di Parma, Italia, di mana Amad memulai karier sepak bolanya dengan tim lokal, Boca Barco. Bakatnya yang menonjol segera menarik perhatian, sehingga ia direkrut oleh Atalanta dan menandatangani kontrak profesional pertamanya di sana. Namun, kedatangan mereka ke Italia kemudian menjadi perhatian hukum. Pada tahun 2020, otoritas Italia melakukan penyelidikan terkait dugaan bahwa Amad dan kakaknya dibawa masuk secara ilegal oleh lima orang dewasa yang diduga menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan visa penyatuan keluarga.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengambil alih kasus ini dan menyelidiki status hukum dari orang-orang yang terdaftar sebagai wali mereka. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa individu yang terdaftar sebagai orang tua kandung mereka tidak memiliki hubungan biologis dengan kedua pemain, yang menimbulkan pertanyaan serius mengenai legalitas pengasuhan dan hubungan keluarga mereka. Penyelidikan tersebut selesai pada tahun 2021, tahun yang sama ketika Amad menyelesaikan transfer ke Manchester United pada usia 18 tahun. Dalam kesepakatan hukum, Amad dan kakaknya menyetujui untuk membayar denda sebesar 42 ribu paun guna menyelesaikan kasus tersebut.

Sumber: Give Me Sport

Postingan di X

Rekomendasi