Perbedaan Pelatih Kepala dan Manajer di Tim Sepak Bola Moderen
Perhatikan perbedaan antara pelatih kepala dan manajer dalam dunia sepak bola.
Di zaman sepak bola yang semakin modern, pentingnya struktur organisasi di luar lapangan semakin diperhatikan. Contohnya, setelah Sir Jim Ratcliffe menjadi pemilik minoritas Manchester United pada bulan Desember 2023, ia segera melakukan sejumlah perubahan signifikan dalam organisasi klub.
Omar Berrada diangkat sebagai CEO, sedangkan Jason Wilcox menjabat sebagai direktur teknik. Meski demikian, Erik ten Hag tetap menyandang gelar sebagai "manager" (manajer) klub. Ini menjadi hal yang cukup jarang di Premier League saat ini, di mana sebagian besar pelatih lebih dikenal dengan sebutan "head coach" (pelatih kepala) untuk mencerminkan struktur klub yang lebih modern.
Bahkan, ketika ten Hag dipecat pada bulan Oktober 2024 dan posisinya diambil alih oleh Ruben Amorim, Amorim ditunjuk sebagai "head coach," bukan "manager." Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa perbedaan istilah ini menjadi penting, dan apa saja perbedaan mendasar di antara keduanya?
Istilah "manager" sering kali menyiratkan tanggung jawab yang lebih luas, termasuk pengambilan keputusan strategis dan pengelolaan tim secara keseluruhan. Sebaliknya, "head coach" lebih fokus pada aspek pelatihan dan pengembangan pemain, yang mencerminkan perubahan dalam cara klub-klub modern beroperasi.
Manajer klub sepak bola memiliki tanggung jawab yang sangat luas
Dalam konteks tradisional, seorang manajer klub sepak bola memiliki tanggung jawab yang sangat luas. Tugasnya tidak hanya sebatas melatih tim, tetapi juga mencakup pengelolaan aktivitas transfer pemain yang meliputi scouting dan perekrutan pemain baru.
Salah satu contoh yang paling mencolok adalah Sir Alex Ferguson, yang selama kepemimpinannya di Manchester United dari tahun 1986 hingga 2013, memiliki kontrol penuh atas semua aspek sepak bola di klub, termasuk transfer pemain yang mendukung gaya bermainnya.
Namun, setelah era Ferguson berakhir, peran pelatih kepala semakin menonjol, terutama di Premier League. Pelatih kepala kini lebih terfokus pada pengembangan pemain di lapangan latihan serta penerapan filosofi mereka dalam persiapan pertandingan. Tanggung jawab terkait transfer pemain biasanya dialihkan kepada struktur klub, seperti direktur olahraga atau tim rekrutmen.
Saat ini, klub-klub lebih menghargai pelatih yang dapat beradaptasi dengan struktur modern sepak bola dan menerima batasan yang ada dalam peran mereka sebagai pelatih kepala.
Sebagai contoh, ketika Liverpool memilih Arne Slot sebagai pelatih kepala, pengalaman Slot dalam bekerja di bawah struktur di Feyenoord menjadi nilai tambah yang signifikan dibandingkan dengan kandidat lainnya seperti Roberto De Zerbi dan Thomas Tuchel, yang dikenal memiliki riwayat konflik dengan manajemen klub sebelumnya.
Pelatih kepala yang menjabat saat ini
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Arne Slot resmi menjabat sebagai pelatih kepala Liverpool pada musim panas tahun 2024. Manajemen Liverpool merasa bahwa selama masa kepemimpinan Jurgen Klopp, terdapat terlalu banyak intervensi dalam urusan transfer, yang berdampak pada keluarnya beberapa tokoh penting klub, termasuk Michael Edwards dan Julian Ward.
Setelah kepergian Klopp, Michael Edwards kembali diangkat sebagai CEO, sedangkan Julian Ward kembali menjabat sebagai direktur teknik, dan Richard Hughes direkrut sebagai direktur olahraga.
Fenway Sports Group (FSG) berupaya untuk mengembalikan struktur yang pernah sukses dalam mendatangkan pemain-pemain berkualitas seperti Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Virgil van Dijk, yang berkontribusi besar dalam meraih gelar Premier League dan Liga Champions.
Di sisi lain, klub-klub besar lainnya seperti Chelsea dan Tottenham Hotspur juga menerapkan sistem pelatih kepala, dengan Enzo Maresca dan Ange Postecoglou masing-masing menjabat posisi tersebut.
Sementara itu, Manchester United mencatat sejarah baru dengan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala untuk pertama kalinya pada bulan November 2024. Banyak pendukung yang melihat perubahan ini sebagai langkah maju dalam evolusi struktur sepak bola di klub Setan Merah.
Pep Guardiola
Meskipun tren penggunaan istilah "pelatih kepala" semakin meluas, beberapa manajer di Premier League masih mempertahankan gelar "manajer". Contohnya, Pep Guardiola, Mikel Arteta, dan Unai Emery masing-masing adalah manajer di Manchester City, Arsenal, dan Aston Villa.
Walaupun mereka berada di posisi yang lebih tinggi, struktur dukungan di klub-klub ini tetap mirip, dengan adanya tim operasional sepak bola yang membantu manajer dalam urusan di luar lapangan. Ketika Guardiola memperpanjang kontraknya pada tahun 2022, ia menekankan betapa pentingnya struktur klub dalam keputusannya untuk tetap bertahan.
Guardiola mengungkapkan, "Saya tidak bisa berada di tempat yang lebih baik karena dalam tujuh tahun ini, meski kami menghadapi masa-masa sulit, organisasi klub -- mulai Khaldoon, CEO Ferran Soriano, tentu saja Txiki (Direktur Sepak Bola Txiki Begiristain), dan Omar (Kepala Operasi Sepak Bola Omar Berrada) -- selalu mendukung saya. Dukungan mereka di masa sulit adalah hal yang benar-benar penting."
Ia juga menambahkan, "Anda mungkin bisa menang sekali di suatu klub. Tapi, untuk terus menang banyak, itu mustahil tanpa dukungan dari hierarki klub." Pernyataan ini menunjukkan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada kemampuan manajer, tetapi juga pada dukungan yang kuat dari seluruh organisasi klub.
Perbedaan
Perbedaan antara pelatih kepala dan manajer menunjukkan perkembangan dalam struktur sepak bola saat ini. Pelatih kepala cenderung lebih berkonsentrasi pada aspek teknis dan taktis tim, sedangkan manajer memiliki otoritas penuh dalam berbagai hal yang berkaitan dengan klub sepak bola.
Keputusan untuk memilih antara keduanya sangat bergantung pada filosofi dan kebutuhan spesifik dari setiap klub. Saat ini, banyak klub yang lebih memilih untuk menunjuk pelatih kepala dibandingkan manajer, agar dapat menyesuaikan dengan struktur sepak bola modern dan memberikan kekuatan kepada direktur olahraga.
Sumber: Give Me Sport