Perayaan ulang tahun Indosiar bukan hanya menjadi momen bagi para artis ternama untuk tampil, tetapi juga memberikan berkah bagi para pedagang yang berpartisipasi dalam kemeriahan HUT ke-31 Indosiar Luar Biasa.
Dalam program yang bertajuk "Pintu Berkah Beraksi", sebanyak 30 pedagang dari berbagai jenis usaha bersaing, hingga akhirnya terpilih 10 peserta yang berhasil lolos seleksi. Finalis yang terpilih mencakup pedagang lukisan, keset, tukang las, miniatur, spons, jagung, pecel, hingga gemblong. Kesempatan berharga ini tentu membuat mereka merasa bersyukur dan bangga.
“Kami semua bangga karena ini melalui proses yang panjang. Dari 30 yang diundang, sisa 10, dan nanti akan disaring lagi menjadi tiga. Ini kebanggaan tersendiri bagi saya dan teman-teman, karena sebagai pedagang keliling, kami bisa masuk ke Indosiar,” ungkap Badrus, salah satu peserta Pintu Berkah Beraksi saat ditemui di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu (11/1).
Dengan adanya program ini, para pedagang tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan produk mereka, tetapi juga dapat merasakan pengalaman berharga di panggung yang lebih besar.
Advertisement
Kebanggaan Bagi Para Pedagang Kecil
Melihat kemeriahan acara yang berlangsung, para pedagang merasa terhormat dan menganggap pengalaman ini sebagai momen yang tak akan terlupakan.
"Wah, itu kebanggaan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup ya karena kesempatan ini sangat langka. Kalau mau momen kedua, kemungkinan harus menunggu setahun lagi. Jadi, bagi teman-teman yang hadir di sini, ini adalah kesempatan yang bagus," ungkap Badrus.
Selain itu, mereka juga merasa terharu karena Indosiar bersedia melibatkan mereka dalam acara besar ini.
"Kami semua bangga karena Indosiar mau merangkul orang-orang kecil," tambahnya.
Advertisement
Dekorasi yang Meriah Menghiasi Area Para Pedagang
Antusiasme para pedagang dalam mendekorasi alat pencari nafkah mereka sangat mencolok. Contohnya adalah Liana, seorang pedagang sapu keliling yang menghabiskan satu malam untuk menghias alat dagangannya dengan rumbai yang unik.
"Sehari semalam (persiapannya). Hiasannya kayak begini-beginian saja, saya bikin yang unik-unik," ungkapnya.
Selain menghias alat dagangnya, Liana juga mengenakan aksesori yang merupakan hasil kreativitasnya sendiri untuk merayakan ulang tahun Indosiar yang ke-31. Hal ini menunjukkan betapa pedagang dapat berinovasi dan berkreasi, menjadikan dagangannya lebih menarik dan meriah.
Advertisement
Indosiar Saluran yang Kami Cintai
Di antara para pedagang yang berpartisipasi, terdapat satu pedagang yang mencolok perhatian dengan aksesoris berbentuk "love" yang memiliki logo Indosiar di tengahnya. Aksesoris ini seolah mencerminkan kebahagiaan dan cinta para pedagang yang turut meramaikan acara "Pintu Berkah Beraksi".
"Kalau saya ini bikin pelintiran ini, istilahnya aksesori ini tiga hari tiga malam. Tiga hari tiga malam khusus untuk memeriahkan acara ini. Makanya saya ini gambar 'Love' ini tanda suka ke Indosiar yang telah mengadakan Konser Raya yang ke-31. Emang Indosiar luar biasa," ungkap Dadan, seorang penjual jasa Las keliling.
Dia juga menjelaskan bahwa ide pembuatan aksesoris tersebut berasal dari kreativitasnya bersama anaknya.
"Alhamdulillah ini pakai ide sendiri sama anak saya. Tapi masalah biayanya, alhamdulillah ada kucuran dana dari Indosiar, bukan dana sendiri," lanjutnya dengan senyum bahagia.
Ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari pihak lain dalam mewujudkan ide-ide kreatif, serta bagaimana momen-momen spesial dapat menginspirasi para pedagang untuk berpartisipasi lebih aktif dalam acara tersebut.