Tak Sabar Jadi Ayah, Al Ghazali Bagikan Kisah Hangat di Usia Kehamilan Tujuh Bulan

Al Ghazali juga menyatakan keinginannya untuk mempelajari cara merawat bayi dengan baik dan benar.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Tak Sabar Jadi Ayah, Al Ghazali Bagikan Kisah Hangat di Usia Kehamilan Tujuh Bulan
Al Ghazali dan Alyssa Daguise. (© 2026 Liputan6.com)

Kebahagiaan menyelimuti Al Ghazali yang baru saja melaksanakan acara tujuh bulanan untuk kehamilan istrinya, Alyssa Daguise. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut diselenggarakan dengan mengusung nuansa adat Sunda.

Bagi Al, acara tujuh bulanan ini lebih dari sekadar memanjatkan doa untuk kesehatan Alyssa dan calon buah hati mereka. Menurutnya, inti dari perayaan ini terletak pada kehangatan berkumpul bersama keluarga, bukan hanya pada kemeriahan prosesi yang ada.

"Adatnya Sunda, karena hari ini kan (temanya) Sunda," ungkap Al Ghazali saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (6/2).

"Adatnya macam-macam, yang penting kan silaturahmi sama keluarga semua juga," dia menambahkan.

Al Ghazali kemudian menceritakan pengalaman menarik selama prosesi adat berlangsung, di mana belut digunakan sebagai simbol kelancaran kelahiran. Namun, ia menjelaskan bahwa hewan tersebut diganti demi kenyamanan semua pihak yang terlibat.

"Harusnya belut, cuma diganti sama ikan mas. Aku bukan jijik sih, tapi takut karena ikannya lompat-lompat gitu. Jadi agak kasihan lihat ikannya," jelas Al.

Penggantian hewan tersebut menunjukkan pertimbangan yang matang dari Al untuk menjaga suasana acara tetap nyaman dan menyenangkan bagi semua peserta yang hadir. Dengan demikian, acara tujuh bulanan ini menjadi momen berharga yang akan dikenang oleh keluarga mereka.

Al Ghazali Antusias Sambut Kelahiran Anak Pertama, Cerita Momen Unik Saat Proses 7 Bulanan
Al Ghazali dan Alyssa Daguise. © 2026 Liputan6.com

Dalam pembicaraan mengenai nama calon anak, Al memberikan sedikit informasi tentang inisial yang telah disiapkan oleh ayahnya. Meskipun begitu, pria berusia 28 tahun ini mengungkapkan bahwa dia belum memiliki kepastian mengenai nama lengkap yang akan diberikan nantinya.

Al menyatakan, "Inisial S itu dari Alyssa yang kasih nama. Kalau aku sendiri, nama tengahnya belum terpikirkan banget." Dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat bahwa meskipun ada inisial yang telah ditentukan, proses pemilihan nama lengkap masih dalam tahap pemikiran.

Sebagai calon ayah, Al terus-menerus memanjatkan doa untuk kesehatan ibu dan bayinya. Al Ghazali paham betul bahwa peran barunya tersebut membawa tanggung jawab besar untuk senantiasa menjaga istri dan anak yang akan lahir.

"Ya, yang penting aku cuma bisa berdoa semoga bayinya sehat, ibunya sehat, lancar semuanya. Yang penting aku doakan yang terbaik buat mereka," ungkap Al dengan penuh ketulusan.

Al merasa bahwa menjadi seorang ayah bukanlah hal yang sepele. Ia menyadari bahwa dukungan dan perhatian yang konsisten sangat penting bagi kesejahteraan keluarganya.

"Aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik, karena mereka adalah segalanya bagiku," tambahnya dengan penuh keyakinan. Dengan harapan dan doa yang tulus, Al berkomitmen untuk menjalani peran barunya dengan penuh cinta dan tanggung jawab.

Al Ghazali berencana untuk mempelajari cara merawat bayi agar lebih luwes saat menggendong anaknya di masa depan. Ia menjelaskan bahwa akan ada sesi khusus di rumah sakit yang ditujukan untuk melatih keluarga mengenai teknik menggendong dan memandikan bayi yang baru lahir. "Belum, cuma katanya nanti kita bakal ke rumah sakit buat belajar kayak training cara gendong, cara mandiin. Kalau gendong sudah pernah, sama Aras, sama keponakan-keponakan lain, sudah mulai beranilah dibanding sebelumnya," katanya. 

Rekomendasi