Anji Manji Pilih Kurangi Jadwal Manggung Demi Rawat Ibu, Ungkap Rencana yang Batal

Anji Manji diketahui akan mengurangi jadwal kegiatannya mulai tahun 2024 demi merawat ibunya.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Anji Manji Pilih Kurangi Jadwal Manggung Demi Rawat Ibu, Ungkap Rencana yang Batal
Pemakaman Ibunda Anji Manji. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com) (© 2026 Liputan6.com)

Musisi Anji Manji sedang berduka atas kehilangan ibunya tercinta, Sundari Sartiyo, yang meninggal dunia pada malam Kamis (26/3). Jenazah ibunda Anji dikebumikan di TPU Mangun Jaya, Bekasi, Jawa Barat, pada hari Jumat (27/3).

Setelah pemakaman, Anji Manji mengungkapkan perubahan yang dilakukannya demi menghormati sang ibu. Sejak tahun 2024, Anji memutuskan untuk membatasi aktivitas manggungnya agar dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang tua dan anak-anaknya.

"Tiga bulan ini intens ya, karena saya hampir kan 20 tahun itu manggung ke sana kemari, hilang banyak waktu. Saya juga bilang sama sahabat-sahabat saya, saya juga bilang sama tim saya, saya sudah memutuskan bahwa semenjak tahun 2024 ini saya akan mengurangi jadwal manggung saya, maksimal 4 kali saja sebulan," ungkap Anji setelah pemakaman.

Anji menyadari bahwa di usia senjanya, ibunya memerlukan perhatian lebih dari sekadar materi yang melimpah. Ia ingin lebih fokus untuk membangun ikatan emosional yang lebih erat dengan seluruh anggota keluarganya.

"Sisanya saya ingin banyak ngerawat Mama, pengin banyak bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak saya. Kebetulan Leticia mau pindah lagi ke Jakarta bulan Juni. Saga juga sudah membesar, Sigra juga makin besar, dan anak saya kan autis jadi memang saya perlu bonding lebih. Saya nggak ingin lagi punya banyak duit tapi nggak punya banyak waktu," jelasnya.

Rencana Anji bersama ibunya

Anji Manji Cerita Detik-Detik Ibunda Embuskan Napas Terakhir, Simpan Gelang Haji Sebagai Kenangan
Pemakaman Ibunda Anji Manji. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com) © 2026 Liputan6.com

Sayangnya, ada sebuah rencana yang harus dibatalkan karena kepergian ibunda tercinta. Anji menjelaskan bahwa ibunya sebenarnya sudah dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam proyek musik terbarunya.

"Sebenarnya ini bukannya mau promosi ya, tapi memang benar kita sudah bikin perencanaan sama tim bahwa Mama akan masuk ke dalam music video saya yang akan syuting tanggal 31 bulan ini. Itu sudah direncanakan, sheet-nya sudah jadi, time scheduling-nya sudah jadi, board-nya sudah jadi semuanya. Jadi Mama akan jadi salah satu pemeran," ungkapnya.

Rencana tersebut memang telah dipersiapkan dengan matang, dan Anji sangat berharap bisa melibatkan ibunya dalam proyek tersebut. Namun, dengan kepergian sang ibu, semua yang telah direncanakan menjadi tidak mungkin. Meskipun demikian, kenangan dan kasih sayang yang ditinggalkan sang ibu akan selalu menginspirasi Anji dalam berkarya. Dia bertekad untuk meneruskan impian dan cinta ibunya melalui musik yang ia ciptakan.

Lagu yang berjudul "Kau"

Anji Manji Cerita Detik-Detik Ibunda Embuskan Napas Terakhir, Simpan Gelang Haji Sebagai Kenangan
Pemakaman Ibunda Anji Manji. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com) © 2026 Liputan6.com

Video klip ini merupakan salah satu upaya promosi untuk lagu terbaru Anji yang berjudul 'Kau'. Ia mengungkapkan bahwa lagu ini memiliki hubungan emosional yang mendalam dengan lagu-lagu hitsnya sebelumnya.

"Judul lagunya 'Kau', yang dirilis tepat 10 tahun setelah lagu 'Dia' rilis. Dan lagu ini adalah duplikasi dari 'Dia'. Nanti teman-teman bisa dengar karena di dalam lagu ini nanti ada---sebenarnya liriknya kena banget sih buat Mama juga," tambahnya. Dengan demikian, Anji berharap pendengar dapat merasakan kedekatan emosional yang sama ketika mendengarkan lagu ini seperti saat mereka mendengarkan lagu 'Dia'.

Beberapa Lirik Lagu

Beberapa lirik dalam lagu tersebut tampaknya mencerminkan perasaan Anji Manji saat ini terhadap ibunya yang telah tiada. Ia juga mengungkapkan beberapa bagian dari lirik yang menurutnya sangat bermakna dan mendalam.

"Kau kupeluk, kutemani, kusayangi sampai mati." Dan ada juga lirik yang berbunyi, "Dalam doaku yang paling sunyi, hanya namamu yang kulangitkan." Ia menegaskan bahwa lagu ini memiliki kedalaman emosional yang signifikan.

Meskipun seharusnya ada sosok ibunya di dalamnya, ia menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada," ungkap Anji Manji.

Rekomendasi