Polemik harta warisan mendiang Lina Jubaedah kian memanas terkait kesejahteraan anak-anak. Sule menanggapi pernyataan Teddy Pardiyana yang mendesak penetapan ahli waris untuk menjamin biaya pendidikan anak-anak hasil pernikahannya dengan Lina.
Menurut Sule, alasan tersebut terdengar tidak masuk akal. Ia berpendapat bahwa pengurusan administrasi sekolah tidak memerlukan penetapan ahli waris sebagai syarat.
"Dia perlu biaya kali. Perlu biaya kayaknya. Kan nggak mungkin penetapan ahli waris jadi salah satu syarat masuk sekolah," ungkap Sule saat ditemui di Kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (4/2).
Sule menekankan bahwa anak-anaknya, terutama Rizky Febian dan Putri Delina, tidak pernah keberatan untuk membantu adik sambung mereka. Meskipun mereka memiliki ayah yang berbeda, Sule selalu mengajarkan anak-anaknya untuk saling menyayangi dan tidak menyimpan dendam terkait masalah orang tua.
"Loh, ya nggak masalah, itu kan kakaknya walaupun tiri. Kita berbicara tentang manusia, bukan berbicara tentang sakitnya hati. Kalau berbicara masalah sakit, ya sakit lah. Cuma kan sesuatu hal yang terjadi mau bagaimana lagi. Saya mengajarkan anak saya untuk tetap mengasihi siapa pun," jelasnya.
Advertisement
Teddy tidak terlepas dari tanggung jawab
Sule menegaskan bahwa bantuan dari saudara-saudara tirinya tidak menghapuskan tanggung jawab Teddy sebagai ayah untuk menafkahi anaknya. Ia menekankan bahwa kewajiban utama untuk menghidupi anak tersebut sepenuhnya berada di tangan Teddy sebagai kepala keluarga.
"Tidak ada kewajiban kakak-kakaknya untuk mengurus. Yang mempunyai tanggung jawab itu adalah bapaknya lah! Gimana? Harusnya bapaknya yang menghidupi," ungkap Sule.
"Jangan dibilang Putri tidak sayang. Selama 7 bulan Putri membiayai adik tiri, adik tiri lho itu. Membiayai selama 7 bulan. Iky juga," jelasnya dengan tegas.
Sule merasa khawatir bahwa kebaikan hati anak-anaknya selama ini bisa saja dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ia mencurigai bahwa sosok Bintang mungkin digunakan sebagai "tameng" untuk mendesak pencairan harta warisan yang saat ini sedang dalam sengketa.
"Bisa jadi. Bintang itu bisa jadi dijadikan senjata sama dia (Teddy). Mau sama siapa pun. Makanya lu tanya dong sama orangnya," pungkas Sule.
Dengan demikian, ia berharap agar semua pihak memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing dalam situasi yang rumit ini.
Advertisement
Anak-anaknya merasa terganggu
Sule mengungkapkan keprihatinannya terhadap sikap Teddy yang lebih fokus pada pengelolaan harta warisan daripada berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Ia menekankan pentingnya Teddy untuk lebih memprioritaskan mencari nafkah yang halal ketimbang terus-menerus membebani anak-anak Sule dengan masalah hukum yang ada.
"Dia (Teddy) kan katanya sudah dibilang penjualan mobil, masa iya dia sekarang mau dipenjara lagi. Kenapa nggak kerja ngurusin anak, malah ngurus-ngurusin ahli waris. Pengacaranya bilang 'tidak ada unsur mau mengambil harta Kang Sule', ya emang nggak ada, cuma ngerepotin anak-anak saya," keluh Sule.
Dalam pandangannya, seharusnya Teddy lebih bertanggung jawab terhadap keluarganya dan tidak membebani anak-anaknya dengan urusan yang seharusnya bisa diselesaikan secara mandiri.
Advertisement
Berusaha untuk tetap tenang
Meskipun Sule merasa terganggu oleh drama yang tampaknya tak berujung, ia berusaha untuk tetap tenang dan bijaksana dalam menghadapi situasi tersebut. Ia meyakini bahwa kehancuran seseorang sering kali disebabkan oleh tindakan yang diambilnya sendiri, sehingga ia memilih untuk tetap tenang di tengah badai yang melanda.
"Hidup di dunia masalah itu tidak akan tidak ada, pasti ada terus. Jadi nikmati saja. Nikmati rasa sakitnya, nikmati rasa dikhianatinya, nikmati keberhasilannya. Santai saja. Karena apa? Karena kehidupan itu yang bisa merusak dirinya itu ya dirinya sendiri," ucap Sule.
Sule memahami bahwa setiap individu pasti akan menghadapi masalah dalam hidup, dan hal itu adalah bagian dari perjalanan. Dengan sikap positif, ia berusaha untuk menikmati setiap pengalaman, baik yang menyakitkan maupun yang menggembirakan. Pendekatan ini membantunya untuk tetap fokus dan tidak terpuruk dalam kesedihan.
Ia percaya bahwa dengan menghadapi segala tantangan dengan kepala dingin, seseorang dapat menghindari kehancuran yang disebabkan oleh keputusan yang diambil dalam keadaan emosional. Dengan kata lain, Sule ingin menunjukkan bahwa kunci untuk bertahan dalam hidup adalah bagaimana seseorang mengelola perasaannya dan tidak membiarkan masalah menguasai dirinya.