Demi Peran di Film Dia Bukan Ibu, Artika Sari Devi Siap Turunkan Berat Badan 3 Kg
Artika Sari Devi telah melakukan berbagai persiapan yang cermat untuk memerankan karakter Ibu dan Yanti dalam film berjudul Dia Bukan Ibu.
MVP Pictures akan merilis film horor terbarunya yang berjudul Dia Bukan Ibu, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 25 September 2025.
Dalam film ini, sutradara Randolph Zaini memilih Artika Sari Devi sebagai pemeran utama, yang dikenal sebagai Puteri Indonesia 2004. Ia berperan sebagai Yanti, seorang ibu dengan dua anak, Vira (Aurora Ribero) dan Dino (Ali Fikry).
Setelah mengalami perceraian, Yanti mengalami keterpurukan, berpindah tempat tinggal, dan memutuskan untuk membuka salon. Namun, perilakunya menjadi semakin aneh dan sulit diprediksi. Yanti bahkan terlibat dalam tindakan kekerasan, melukai pelanggan dan anaknya sendiri.
Artika Sari Devi melakukan comeback dengan menunjukkan totalitas dalam aktingnya yang luar biasa. Ia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 3 kg untuk peran ini.
"Saya mendesain (karakter ibu) itu untuk akhirnya, oke, 'Kayaknya Randolph kurang serem deh. Gimana kalau saya turunin 3 kilo ya?' Karena ada fase depresinya kan," ungkap Artika Sari Devi.
Tindakan ini diambil untuk memastikan bahwa perbedaan setiap lapisan dalam perkembangan karakter Yanti terasa lebih mendalam. Artika Sari Devi berharap penonton dapat merasakan perubahan yang signifikan yang dialami Yanti, dari sosok ibu yang biasa hingga menjadi karakter yang menakutkan.
Diskusi mendalam
Untuk perannya sebagai Yanti, Artika Sari Devi melakukan diskusi mendalam dengan Randolph Zaini dan produser Amrit Punjabi.
"Diskusi ini lebih mirip focus group discussion daripada screen test. Kami tidak melakukan screen test sama sekali," jelasnya di Jakarta pada Jumat (12/9).
Pertukaran ide yang intens ini berlangsung selama enam jam, di mana mereka menjelajahi tema-tema penting seperti makna motherhood, womanhood, dan kenangan masa kecil.
"Prosesnya sangat intensif, di mana kami saling terbuka hingga meneteskan air mata, dan kami merasa sudah sangat dekat. Ketika bertemu, kami sudah yakin, 'Oke, tidak ada yang lain. It's only Artika Sari Devi'," ujar Randolph Zaini.
Desain karakter seorang ibu
Setiap elemen menakutkan dari karakter Yanti adalah hasil imajinasi dari Artika Sari Devi dan Randolph Zaini. Artika Sari Devi
"Jadi saya juga pengin, saya bilang ke Randolph, 'Randolph, saya mau bikin Yanti ini jadi ikon, sampai orang mungkin akan terbawa tidur' gitu," ujarnya.
Dalam proses penciptaannya, ia menambahkan, "Senyumnya ibu, dari senyum ibu yang hangat, sampai senyum ibu di masa transisi, sampai ibu benar-benar sudah bukan ibu. Itu kita create. Saya usul, terus Randolph kasih masukan," ia menjelaskan lebih lanjut.
Artika Sari Devi dan Randolph Zaini berhasil menciptakan sosok Yanti yang kompleks dan menakutkan. Mereka bekerja sama untuk menggambarkan berbagai sisi dari karakter tersebut, mulai dari kehangatan senyumnya hingga transformasi yang dialaminya.
"Jadi saya juga pengin, saya bilang ke Randolph, 'Randolph, saya mau bikin Yanti ini jadi ikon, sampai orang mungkin akan terbawa tidur' gitu," kenang Artika.
Proses kreatif ini melibatkan diskusi dan masukan antara keduanya, sehingga menghasilkan karakter yang mendalam dan berkesan.
Berharap Dapat Menggambarkan Perasaan Wanita dan Ibu
Meskipun terlihat menawan, Artika Sari Devi awalnya merasa ragu untuk menerima peran Yanti. Ia mengungkapkan, "Sempat saya agak ragu, 'Wah ini banyak adegan brutal.' Terus saya mikir juga nih, 'Orang percaya saya enggak ya saya bisa ngelakuin hal-hal brutal.' Karena image saya di luar kan, (orang) menganggap Puteri Indonesia itu lembut," tutur Artika Sari Devi.
Namun, berkat dukungan dari suaminya, ia mulai memandang peran ini sebagai sebuah peluang besar. Artika Sari Devi merasa bahwa karakter Yanti dapat menjadi suara bagi perempuan dan ibu yang sering kali tidak berani untuk mengungkapkan perasaan mereka.
"Saya rasa ini bisa mewakili banyak sekali perasaan perempuan dan mungkin anak-anak atau anggota di keluarga yang punya relasi dengan ibu," tambahnya.
Ia percaya bahwa penonton akan melihat Yanti sebagai sosok yang kuat, namun juga memiliki sisi yang sangat vulnerable at the same time.
"Mereka akan bisa melihat Yanti sebagai sosok yang sangat kuat, namun juga sangat vulnerable at the same time," pungkas Artika Sari Devi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4030102/original/052859700_1653223716-220522_JOURNAL_Fakta_Film_Horor_Digemari_Masyarakat_Indonesia_S.jpg)