Ferry Maryadi terlihat keluar dari mobil ambulans yang membawa jenazah ibunya tercinta bersama saudaranya yang lain. Setelah mengantar ayahnya duduk di depan pusara istrinya, Ferry langsung bergabung dalam proses pengangkatan jenazah ibunya untuk dikebumikan.
Advertisement
Bersama dua saudaranya, Ferry turun ke liang lahat dan menurunkan ibunya untuk dikuburkan. Suami Deswita Maharani itu kemudian mengazani ibunya.
Advertisement
Saat melantunkan adzan, Ferry hampir menangis dan ditenangkan oleh saudaranya. Pria berusia 50 tahun itu menahan tangisnya sambil menyelesaikan adzan sampai akhir.
Advertisement
Saat jenazah dimakamkan, terlihat ayah Ferry tak mampu menahan tangis. Begitu juga dengan menantunya, Deswita Maharani, yang juga terlihat meneteskan air mata.
Advertisement
Doa-doa dipanjatkan oleh keluarga dan pelayat yang hadir dalam prosesi pemakaman tersebut. Setelah itu, keluarga mulai mendekati makam dan menaburkan bunga di atas pusara almarhumah.
Advertisement
Ferry memang tampak tegar dari awal hingga akhir, ketika ibunya dimakamkan. Namun, ia tidak bisa menyangkal bahwa ia benar-benar kehilangan sosok yang sangat dicintainya.
Advertisement
"Kelihatannya hanya tampak tegar. Sebagai anak bungsu yang ditinggal mama, saya jelas merasa hancur dan patah hati, tapi saya berusaha untuk tetap kuat," ucapnya, Kamis, 15 Agustus 2024.
Advertisement
"Jika saya terlihat hancur di depan istri dan anak, bagaimana kondisi mereka? Saya selalu diberikan amanah oleh sahabat saya yang memahami agama, bahwa sebagai seorang imam, kita sebaiknya tidak menunjukkan kelemahan dan kerentanan meskipun di dalam hati kita hancur. Jika kita tampak lemah dan rapuh, bagaimana dengan anak dan istri kita? Meskipun terlihat tegar dan ikhlas, tetap saja ada tangisan dan rasa kehilangan," pungkasnya.
Advertisement
Diketahui bahwa ibu Ferry Maryadi meninggal dunia pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, sekitar pukul 17.13 WIB di RSPP, Jakarta Selatan, dalam usia 79 tahun.