Kepala BKN: ASN Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Nasional yang Vital
Profesor Zudan Arif Fakrulloh, Kepala BKN, menegaskan peran krusial ASN sebagai ASN Penggerak Ekonomi dan pembangunan bangsa melalui eksekusi anggaran negara. Simak detailnya.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Profesor Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran fundamental sebagai mesin penggerak roda pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara penting di Tanjungpinang.
Zudan menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi oleh kontribusi ASN dalam mengeksekusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kedua instrumen fiskal ini secara langsung mendorong daya ekonomi dan pembangunan di berbagai wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang, pada Senin, 12 Januari 2026. Acara ini menjadi forum penting untuk membahas strategi peningkatan kinerja ASN.
Peran Strategis ASN dalam Eksekusi Anggaran Negara
Profesor Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa total APBN yang mencapai sekitar Rp3.000 triliun dan APBD sekitar Rp1.300 triliun merupakan dana negara yang dieksekusi langsung oleh para ASN. Ini mencakup peran dari Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Kepala Bagian, Kepala Bidang, hingga Camat dan Lurah.
Eksekusi anggaran ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan sebuah mekanisme vital yang secara langsung menyalurkan dana pembangunan ke masyarakat. Oleh karena itu, efektivitas dan akuntabilitas ASN dalam proses ini sangat menentukan keberhasilan program pemerintah.
Peran ASN sebagai ASN Penggerak Ekonomi sangat nyata melalui pengelolaan dana publik ini, yang kemudian berputar dalam perekonomian lokal dan nasional. Investasi infrastruktur, layanan publik, dan program kesejahteraan masyarakat semuanya bergantung pada kinerja mereka.
Zudan juga memberikan apresiasi tinggi kepada ASN, khususnya di Kepulauan Riau, atas kontribusi mereka dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan daerah tersebut secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.
Sinkronisasi Visi-Misi dan Peningkatan Jumlah ASN
Jumlah ASN di Indonesia kini telah bertambah signifikan, mencapai 6,5 juta orang, yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Angka ini menunjukkan peningkatan dari 4,7 juta orang pada tahun sebelumnya.
Dengan jumlah yang besar ini, Zudan menekankan pentingnya bagi seluruh ASN untuk berada dalam satu barisan yang solid. Tujuannya adalah mewujudkan visi-misi Asta Cita Presiden Prabowo, yang kemudian diimplementasikan melalui pencapaian visi-misi kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota.
Zudan menganalogikan hubungan antara Presiden dan kepala daerah sebagai pilot pesawat, sementara ASN adalah mesin yang menggerakkan APBN serta APBD. Analogi ini menggambarkan betapa krusialnya peran ASN dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.
Keselarasan antara visi nasional dan implementasi di tingkat daerah menjadi kunci utama dalam memastikan program-program pemerintah berjalan efektif. Ini memperkuat posisi ASN sebagai ASN Penggerak Ekonomi yang strategis.
Tantangan Target Kinerja dan Ajakan untuk Berubah
Dalam kesempatan yang sama, Profesor Zudan juga memberikan pesan khusus kepada ASN di Kepulauan Riau agar lebih efektif dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap praktik penetapan target kinerja yang rendah.
Menurutnya, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajarannya mungkin cenderung menetapkan target yang mudah dicapai agar terlihat berhasil, namun hal ini tidak mencerminkan upaya maksimal. Praktik semacam ini dapat menghambat potensi ASN Penggerak Ekonomi yang sesungguhnya.
Zudan berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, di mana ia menemukan adanya Kepala OPD dan ASN yang ingin capaian kinerjanya 120 persen, namun dengan target yang tidak ambisius.
Oleh karena itu, ia menyerukan perubahan pola pikir dan mengajak seluruh ASN untuk berani menetapkan target yang ambisius. "Ayo, kita berubah. ASN harus mampu mencapai target Asta Cita setinggi-tingginya," tegas Zudan, mendorong semangat inovasi dan peningkatan kinerja.
Sumber: AntaraNews