Pasar modal Indonesia baru saja mengalami momen bersejarah yakni kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai tertinggi sepanjang masa yang menembus Rp 6.012 triliun. Laju Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), pekan lalu juga ditutup pada level tertinggi sepanjang berdirinya BEI di 5.540,43 poin.
Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan, salah satu faktor pendorong IHSG mencetak sejarah adalah program Tax Amnesty atau pengampunan pajak pemerintah. Di mana, dana repatriasi yang selama ini parkir di perbankan mulai bergerak ke pasar modal.
"Dana repatriasi yang cukup besar yang selama ini ada di perbankan mulai bergerak ke pasar modal apakah SBN, saham, reksadana," ujarnya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/3).
Selain itu, stabilitas ekonomi dalam negeri turut membantu dalam menciptakan kepercayaan investor untuk masuk ke pasar modal Indonesia.
Nurhaida menambahkan, kondisi luar negeri, turut mendongkrak bursa saham Indonesia. Perbaikan dalam pertumbuhan Amerika Serikat dan harga komoditas dunia membuat pasar modal Indonesia bergairah.
"Dilihat secara global mulai ada perbaikan, AS pertumbuhannya makin baik lalu komoditas juga ada perbaikan harga," tuturnya.