Hari ini, sekitar 10.000 karyawan Bank tabungan Negara (BTN) menggelar aksi simpatik di depan istana negara. Aksi damai tersebut sebagai ungkapan syukur lantaran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri.
Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan enggan berkomentar banyak. Namun, Dahlan menegaskan bahwa ide akuisisi BTN oleh Bank Mandiri merupakan gagasan bagus bagi orang yang berakal sehat.
"Suruh demo ke saya. Yang jelas ide itu ide sangat baik, orang yang akalnya sehat anggap ide itu baik," ujar Dahlan di Pegadaian, Bidara Cina, Jakarta, Minggu (27/4).
Dahlan mengaku sudah tidak mau ambil pusing lagi dengan rencana penyerahan saham pemerintah di BTN ke Bank Mandiri. Termasuk apakah akan dilakukan pemerintahan selanjutnya atau tidak. "Terserah," singkat Dahlan.
Mantan Dirut PLN ini kembali menegaskan bahwa kebijakan yang dikeluarkannya semata-mata untuk meningkatkan daya saing Indonesia di dunia Internasional. Dahlan mencontohkan seperti kebijakan holding pupuk menjadi Pupuk Indonesia dan peleburan beberapa perusahaan semen menjadi Semen Indonesia yang diklaim menunjukkan kinerja positif.
"Karena itu saya agak ngotot ke perkebunan, kemudian ngotot mengenai mandiri-BTN," ucapnya.
Dia membeberkan, sebelum rencana akuisisi BTN oleh Mandiri, Dahlan sudah mengajukan membangun holding perkebunan. Namun sejak tahun lalu belum disetujui oleh SBY. Karena itu dia enggan mengajukan untuk membentuk holding Pelindo.
Dahlan lepas tangan jika kebijakan-kebijakan yang dianggapnya baik bagi perkembangan ekonomi Indonesia justru tidak didukung hingga akhirnya berdampak negatif.
"Seharusnya, Pelindo jadi satu, begitu Mandiri-BTN enggak bisa, ya saya lupakan, yang penting saya mengambil langkah-langkah itu, kalau daya saing Indonesia lambat ya sudah jangan salahkan saya," jelasnya.
Dahlan mengaku menerima jika kondisi yang ada mengharuskan dia mengurungkan niat membentuk holding beberapa perusahaan BUMN seperti holding farmasi, perkebunan, dan Pelindo.
"Ya harus diterima keadaanya memang seperti ini, harus diuruslah," katanya.