Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teknologi Blockchain dan Visi Dubai Menjadi Kota Paling Bahagia di Dunia

Teknologi Blockchain dan Visi Dubai Menjadi Kota Paling Bahagia di Dunia Burj Khalifa, Dubai. ©2018 Dubai Tourism

Merdeka.com - Menyebut kota Dubai di Uni Emirat Arab (UEA), kita membayangkan banyak hal spektakuler di sana. Betapa tidak, gedung tertinggi di dunia; Burj Khalifa, dengan tinggi 828 meter, dibangun di Dubai.

Pusat perbelanjaan terbesar di dunia juga ada di Dubai. Namanya Dubai Mall. Kemudian hotel 'bintang enam' satu-satunya di dunia, Burj al Arab, dibangun di Dubai. Pulau Palm dan The World, pulau buatan manusia terbesar di dunia, juga hadir di kota ini. Salah satu akuarium terbesar di dunia juga ada di kota kedua terbesar di UEA, setelah Abu Dhabi ini.

Sungguh luar biasa, Dubai. Dari sebuah kota padang pasir tandus di Teluk Persia menjadi kota 'tropis' nan sejuk dan terbuka bagi seluruh warga dunia. Ya, Dubai terus bersolek. Pusat bisnis, real estat, belanja, dan pariwisata kelas dunia adalah wajah Dubai kini.

Tak heran bila Dubai atau UEA menjadi hub terpenting dunia di industri keuangan, pariwisata, dan real estat.

Menyadari kemajuan saat ini dan potensi masa depan Dubai, Perdana Menteri UEA sekaligus Emir Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, mempunyai visi membawa Dubai menjadi "kota paling bahagia di muka bumi".

Visi besar itu coba direalisasikan dengan membuat enam inisiatif strategis, yang dikelola oleh Smart Dubai, lembaga pemerintahan UEA. Keenam inisiatif strategis itu adalah Etika dan Prinsip Kecerdasan Buatan (AI), Dukungan terhadap Startup, Agenda Kebahagiaan, Laboratorium AI, Pemanfaatan Teknologi Internet Blockchain, dan Paperless.

Dr Aisha binti Butti bin Bishr, Direktur Jenderal Smart Dubai, menjelaskan inisiatif Pemanfaatan Blockchain sudah diturunkan dengan membuat "Dubai Blockchain Strategy" yang diluncurkan pada 2016. Targetnya adalah Dubai menjadi kota pertama yang secara penuh ditenagai oleh Blockchain pada 2020.

dirjen smart dubai dr aisha binti butti bin bishr

Dirjen Smart Dubai Dr Aisha binti Butti bin Bishr ©2019 Merdeka.com

Menurutnya, Smart Dubai mengakui dampak potensial teknologi Blockchain terhadap layanan kota. Plus tren penerapan Blockchain di seluruh dunia yang diinvestasikan oleh sektor swasta dalam teknologi Blockchain. Maka itu, Smart Dubai melihat potensi Blockchain sebagai solusi.

"Kami ingin menerapkan teknologi Blockchain pada skala kota di Dubai, ketika teknologi semakin diakui sebagai mesin kepercayaan utama. Blockchain menghilangkan kebutuhan untuk pihak ketiga yang tepercaya dalam transaksi, sekaligus akan berkontribusi signifikan untuk menyederhanakan proses pemerintah Dubai yang sedang berkembang. Penerapan Blockchain akan dilakukan pada area smart governance, smart economy, dan smart people," ujar Dr Aisha menjawab pertanyaan Merdeka.com lewat e-mail, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, saat ini Dubai merupakan salah satu kota cerdas terkemuka di dunia yang menerapkan teknologi baru dan merintis percontohan cerdas yang inovatif.

Perkembangan Dubai yang cepat di berbagai sektor ekonomi menuntut pembaruan terus-menerus untuk memastikan efisiensi dan kecepatan. Jadi, efektivitas pemerintah menjadi semakin penting, terutama dalam layanan Government to Consumer (G2C) dan Government to Government (G2G). Khususnya pertumbuhan dalam sektor bisnis, konstruksi, dan pariwisata.

"Proses yang sederhana pun menjadi lebih rumit dengan penambahan kegiatan yang sekarang diminta oleh bisnis baru dan penduduk kota. Sangatlah jelas bahwa Dubai membutuhkan solusi cerdas untuk menyederhanakan proses pemerintah yang sedang berkembang," pungkad Dr Aisha. (mdk/sya)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP