Tes genetis ternyata tidak mampu untuk mendiagnosis gangguan mental

Biaya besar yang dilakukan untuk tes genetis pada penderita gangguan mental ternyata tidak memiliki efek apa pun.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Tes genetis ternyata tidak mampu untuk mendiagnosis gangguan mental
ilustrasi masalah mental. ©huffingtonpost.ca

Saat ini semakin banyak pasien gangguan mental yang melakukan tes genetis untuk mengidentifikasi masalah yang dimilikinya. Akan tetapi berdasar penyelidikan terbaru, ternyata tidak ada pengaruh dari tes ini terhadap kondisi mental seseorang.

Dilansir dari Popular Science, investigasi yang dilakukan oleh New England Center for Investigating Report menyatakan bahwa ternyata tes genetis sama sekali tidak membantu dokter dalam menemukan perawatan yang tepat bagi pasien gangguan mental. Selama ini tes genetis merupakan syarat wajib yang diberikan oleh Food and Drug Administration kepada dokter, untuk membantu diagnosis mereka.

Di Amerika Serikat sendiri terdapat setidaknya 42 juta orang yang mengalami masalah mental. Tidak ada metode yang betul-betul tepat untuk mengatasi masalah mental yang dihadapi oleh seseorang karena kepribadian yang berbeda-beda. Tes genetis biasanya dilakukan untuk lebih mempersempit area pencarian cara pengobatan bagi pasien. Selama tiga tahun ini, telah lebih dari 600 ribu pasien yang menjalani tes ini.

Tetapi penyelidikan yang dilakukan telah membuktikan bahwa tes ini ternyata juga tidak berguna. Selama ini metode yang dilakukan pada tes tersebut juga belum teruji dan terverifikasi. Padahal tes ini memakan biaya yang cukup mahal yaitu sekitar ratusan dolar.
Saat ini banyak perusahaan yang tengah meneliti dan mengembangkan tes genetis yang benar-benar sesuai. Namun untuk saat ini, tes ini sebenarnya tidak lebih dari akal-akalan antara dokter dengan perusahaan penyedia tes.

Rekomendasi