Mengaku kiai, Gus Im tipu korban miliaran rupiah

Reporter : Parwito | Minggu, 17 Februari 2013 00:20




Mengaku kiai, Gus Im tipu korban miliaran rupiah
kyai penipu. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaku penipuan berkedok bantuan sapi di Tegal, Jawa Tengah berhasil diamankan polisi bersama puluhan korbannya. Pelaku langsung digelandang ke Mapolres Tegal untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh polisi.

Dari hasil kejahatannya, pelaku berhasil meraup uang hingga miliaran rupiah. Korbannya berasal dari sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Timur. Bahkan berasal dari luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan.

Modus kejahatan yang dilakukan pelaku yakni menawarkan investasi bantuan sapi kepada sejumlah kelompok ternak sapi dengan syarat membayar uang investasi paling sedikit Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Sebagai syarat untuk menjadi anggota dan pengurus perwilayah dalam investasi bohong-bohongan itu.

"Sebetulnya aksi penipuan ini sudah berjalan lama. Tapi saya baru kena 1-2 tahun lalu. Namun, karena para korban takut melapor, baru kali ini kasus ini terbongkar. Bahkan, begitu saya dari Semarang, beberapa korban lainya secara bergelombang langsung menyusul melapor ke polres," ujar Novi Ariyanti asal Kota Semarang yang merugi sebesar Rp 1 miliar kepada merdeka.com, Sabtu (16/2).

Penggerebegan dilakukan di sebuah rumah di Jalan Gajah Mada, Desa Kalisapu Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Polisi menangkap pelaku bernama Imam Suprianto (51) yang tak lain adalah penghuni rumah. Awalnya, Imam berupaya mengelak terhadap aksi penipuan yang dijanjikan. Namun, karena didesak puluhan korban, polisi akhirnya menggelandang Imam ke Mapolres Tegal.

Imam Suprihanto yang dikenal dengan panggilan Gus Im ini diduga telah melakukan penipuan berkedok investasi bantuan sapi, dengan dijanjikan akan mendapatkan bantuan sapi sebanyak 22 ekor dengan syarat menyetorkan uang investasi.

Namun, hingga kini sapi yang dijanjikan pelaku tidak pernah diterima para peternak untuk meyakinkan korbannya. Untuk melancarkan aksinya, Imam Suprianto membentuk Asosiasi Peternak Sapi Indonesia (APTESI) yang berkantor di rumah kontrakannya.

"Penipuan dengan berkedok pembentukan APTESI di daerah kami juga dia lakukan. Kami harus menyetor uang sebesar Rp 100 juta-Rp 150 juta. Usai membayar kami akan diberi SK. Selain itu, jika kandang dan kantor sudah sia, selain investasi berbunga kami juga akan mendapat bantuan sapi. Namun sampai sekarang tidak terwujud," ungkap Abdul Basit korban yang berasal dari Nganjuk, Kertosono, Jawa Timur.

Pelaku Imam juga menggunakan mediator acara pengajian dalam merekrut dan mengelabuhi korbanya yang merupakan jamah pengajianya sendiri. Bahkan dalam pengajian tersebut, dirinya berani mengaku sebagai seorang kyai atau ulama besar. Sehingga beberapa korbanya sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya telah ditipunya.

Diduga Iman Suprihanto telah menjalankan aksinya lebih dari lima tahun. Selama ini para korban tidak berani melapor karena kuatir uang yang telah mereka setorkan hilang begitu saja.

Iptu Agung KBO Reskrim Polres Slawi mengatakan, korban ke polres sudah membawa tersangka modusnya korban menyerahkan uang terus di janjikan transportasi gaji dan keuntungan api tidak pernah di tepati.

Selain memeriksa Imam Suprianto, polisi juga menyita sejumlah kwitansi pembayaran serta dokumen perjanjian investasi hingga saat initersangka masih menjalani pemeriksaan tertutup di ruang reskrim Polres Tegal. Polisi terus mengembangkan kasus ini karena diperkirakan masih banyak korban lainnya.

"Sampai malam ini sudah sebanyak sekitar 70 korban yang dimintai ketterangan petugas kepolisian Polres Tegal," pungkas Basit.

[did]

KUMPULAN BERITA
# Penipuan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • India punya pembaca berita transgender pertama
  • Main domino di kelas, 11 siswa SMK Pariwisata dihukum push up
  • Ketua DPRD DKI: Bukan hak FPI melarang pelantikan Ahok
  • Menpan ingin satukan semua inspektorat jenderal
  • Toko roti di Radio Dalam kebakaran, 1 karyawan dilarikan ke RS
  • Puan ingin Ketum PDIP dari trah Soekarno, Jokowi tak setuju
  • Jokowi akan ajak menterinya blusukan lihat kondisi rakyat
  • 3 Pedagang kedapatan jual ikan & bakso berformalin di Koja
  • Pria ini keliling kota dengan kostum ketat untuk picu perdebatan
  • Fisikawan ramai-ramai tolak penemuan astronomi terbesar abad ini
  • SHOW MORE