Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Wonogiri, Jateng, ratusan rumah tergenang banjir dengan ketinggian antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Genangan terjadi akibat hujan deras sejak Senin (27/11) hingga Selasa (28/11) sore.
Banjir parah melanda puluhan desa di Kecamatan Nguntoronadi, Tirtomoyo, Baturetno dan Pracimantoro. Hujan yang turun terus-menerus juga mengakibatkan tanah longsor di dua kecamatan. Yakni di Karang Tengah dan Pracimantoro. Beruntung tak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah warga tertimbun tebing longsor.
Selain menggenangi ratusan rumah, banjir juga memutus jalan raya antar kecamatan. Luapan air menggenangi ruas jalan setinggi 1 meter sehingga tak bisa dilalui. Sejumlah kendaran seperti mobil pribadi dan mini bus tidak bisa melintas.
Kepala BPBD Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pihaknya sudah meminta bantuan tambahan perahu karet dari SAR dan PMI untuk evakuasi warga dan para siswa sekolah. Menurutnya, saat ini setidaknya ada dua ribu warga mulai mengungsi akibat banjir dan tanah longsor.
"Kami bersama rim relawan SAR, TNI dan Polri mengevakuasi warga untuk mengungsi di sejumlah balai desa dan sekolah. Kami juga sudah mendirikan empat dapur umum di tiga kecamatan, termasuk mengirimkan logistik. Saat ini tim relawan masih terus melakukan evakuasi warga," ujar Bambang, Selasa (28/11).
Bambang menambahkan, BPBD juga telah menetapkan Wonogiri darurat bencana mulai pertengahan November hingga Februari tahun depan.
Lebih lanjut Bambang menerangkan, hujan yang mengguyur sejak Senin sore mengakibatkan dua sungai besar meluap, yaitu Sungai Pakem di Kecamatan Baturetno dan Sungai Wiroko di Kecamatan Tirtomoyo. Sungai tersebut melintas dari Kecamatan Tirtomoyo hingga Nguntoronadi. Akibatnya akses jalan dari Karangturi, Nguntoronadi, menuju Kecamatan Tirtomoyo putus total.
"Di Karangturi, air meluap ke jalan hingga setinggi lebih dari satu meter. Sungai Wiroko mengalir di sepanjang sisi desa-desa di Tirtomoyo sehingga wilayah itu lumpuh," katanya.
Camat Nguntoronadi Sriyono mengemukakan saat ini Tim SAR kecamatan bersama BPBD masih melakukan proses evakuasi warga. Lokasi bencana yang berada di perbatasan antara Kecamatan Nguntoronadi dan Kecamatan Tirtomoyo sulit dijangkau petugas. Apalagi radius banjir cukup jauh dari tempat aman.
"Ada beberapa kendala untuk mengevakuasi warga, karena terbatasnya transportasi. Tidak semua kendaraan bisa melalui jalan yang tergenang," jelasnya.