Alat pendeteksi erupsi dipasang dekat Gunung Merapi

"Ini untuk mengurangi risiko bencana jika terjadi erupsi tidak memakan banyak korban," kata Joko Rukminto.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo- Reporter
Alat pendeteksi erupsi dipasang dekat Gunung Merapi
Alat pendeteksi erupsi dipasang dekat Gunung Merapi

Mengantisipasi bencana erupsi Gunung Merapi, Pemerintah Kabupaten Klaten akan memasang peralatan deteksi dini di lima desa kawasan rawan bencana di Kemalang. Selain memasang alat deteksi, Pemkab juga akan menggiatkan pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana."Ini untuk mengurangi risiko bencana jika terjadi erupsi tidak memakan banyak korban," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Joko Rukminto kepada merdeka.com, Selasa (6/11).Menurut Joko, kelima desa tersebut masing- masing desa Sidorejo, Balerante, Tegalmulyo, Dompol dan Deles, yang hanya berjarak 7 km dari puncak merapi. Saat terjadi letusan tahun 2010 di desa itu tercatat paling banyak memakan korban.Upaya Pemkab Klaten untuk program pengurangan risiko bencana ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. "Pola pikir masyarakat sudah banyak berubah. Masyarakat bahkan secara mandiri melakukan kegiatan antisipasi penyelamatan terhadap bencana," katanya.Meski bencana merapi bisa kembali mengancam, sebagian warga di desa Balerante, desa yang terparah terkena erupsi Merapi mengaku tak mau direlokasi. Mereka lebih senang tinggal di kampungnya, meski bencana mengancam. "Gimana lagi mas, hidup kita kan di sini, pekerjaan kita semua di sini. Pertanian, peternakan semua sudah mapan di sini, masak mau kita tinggalkan" ujar Jainu warga Belerante.Pemkab Klaten sebenarnya telah menyediakan lahan yang luas di desa Tegalweru untuk merelokasi warga. Namun warga menganggap lokasi tersebut terlalu jauh, mereka menginginkan direlokasi di desa Bendorejo, yang jaraknya tak jauh dari desa Balerante.Warga beralasan, jika relokasi tak jauh, mereka masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan bercocok tanam dan beternak."Untuk relokasi kita masih mengalami kendala. Lokasi yang diinginkan warga tidak sesuai dengan tata ruang. Desa Bendorejo masuk dalam kawasan lahan pertanian. Kita masih cari solusi agar warga bisa direlokasi" pungkasnya.

Rekomendasi