Trump Dukung Presiden Oposisi, Nicolas Maduro Usir Diplomat AS dari Venezuela

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mengakui dan mendukung Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela di tengah aksi unjuk rasa di negara tersebut.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Trump Dukung Presiden Oposisi, Nicolas Maduro Usir Diplomat AS dari Venezuela
Kepanikan Presiden Maduro saat diserang drone. ©2018 VENEZUELAN GOVERNMENT TV/Handout via REUTERS TV

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mengakui dan mendukung Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela di tengah aksi unjuk rasa di negara tersebut. Juan Guaido adalah pemimpin oposisi Majelis Nasional yang mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara. Setelah memutuskan hubungan diplomatik, Maduro kemudian meminta para diplomat AS s angkat kaki dari negaranya dalam waktu 72 jam.

Maduro mengumumkan langkah ini di hadapan kerumunan para pendukungnya yang bersorak, dari balkon istana presiden Miraflores di Caracas, tak lama setelah AS, dan kemudian beberapa negara Amerika Latin, mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Demikian dilansir dari Russian Today, Kamis (24/1).

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan keberpihakannya pada Juan Guaido. Dia mengatakan Washington mengakui Guaido sebagai pemimpin sah negara di Amerika Selatan tersebut. Sementara pemerintahan Maduro digambarkan Trump sebagai rezim tidak sah.

Langkah Amerika tersebut kemudian diikuti oleh beberapa negara di kawasan benua Amerika yaitu Argentina, Brasil, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Chili, Kolombia, Paraguay, dan Peru. Kemudian menyusul Organisasi Negara-negara di Amerika (OAS) seperti Kanada.

Sementara itu, Meksiko masih mengakui Maduro sebagai Presiden Venezuela, sebagaimana disampaikan juru bicara pemerintah. Negara sosialis, Bolivia, berjanji memberikan dukungan penuh untuk Maduro dalam rangka melawan 'cengkeraman imperialisme', sebagaimana dicuitkan Presiden Evo Morales.

Menteri Luar Negeri Venezuela mengecam Juan Guadio dan menyebutnya sebagai 'badut rendahan' yang bekerja untuk 'tuan sirkus imperialis'.

Rekomendasi