Istri Wakil Presiden Zimbabwe Constantino Chiwenga, Marry Mubaiwa didakwa dengan percobaan pembunuhan suaminya. Sebelumnya Mubaiwa ditangkap Komisi Anti Korupsi Zimbabwe (ZACC) atas tuduhan pencucian dan penggelapan uang.
Marry Mubaiwa hadir di Pengadilan Harare pada Senin kemarin. Mubaiwa melambai ke wartawan saat memasuki sel tahanan pengadilan. Hakim memerintahkan agar dia tetap dalam tahanan menunggu sidang jaminan.
Dilansir dari Aljazeera, Selasa (17/12), Mubaiwa didakwa melakukan percobaan pembunuhan suaminya di Afrika Selatan pada Juli. Pertama dia berusaha meniadakan perawatan medis untuk suaminya dengan bersikeras agar suaminya tetap tinggal di hotel daripada ke rumah sakit ketika Chiwenga terbang ke Afrika Selatan untuk perawatan medis darurat, menurut surat dakwaan.
Petugas keamanan kemudian melarikan Chiwenga ke rumah sakit.
Mubaiwa disebut berkunjung ke rumah sakit pada 8 Juli, meminta petugas keamanan keluar ruangan dan saat berdua dengan Chiwenga, dia sengaja melepas infus medis intravena dan juga kateter vena sentral, yang menyebab Chiwengan mengalami pendarahan deras, menurut surat dakwaan.
Dia juga memaksa suaminya turun dari ranjang rumah sakit dan mencoba menuntunnya keluar dari bangsal sebelum dicegat petugas keamanan.
Chiwenga kemudian berobat ke China selama empat bulan dan kembali ke Zimbabwe pada November. Setelah kembali dari China, Chiwengan mengatakan dia sakit "penyempitan esofagus idiopatik".
Advertisement
Mubaiwa juga dituduh pencucian uang sekitar USD 1 miliar ke Afrika Selatan dengan berpura-pura membeli barang yang tidak pernah sampai ke Zimbabwe, menurut dakwaan. Dia ditangkap pada Sabtu (14/12).
Dia terlihat dekat dengan suaminya sebelum dan segera setelah Chiwenga memimpin kudeta militer yang melengserkan Presiden Robert Mugabe pada 2017.
Mubaiwa jarang tampil ketika suaminya mulai menderita sakit-sakitan. Mereka tak lagi terlihat di depan umum sejak Chiwenga kembali dari China pada November.
Presiden Emmerson Mnangagwa menyampaikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama sejak mengambil alih kekuasaan pada 2017. Namun para kritikus dan oposisi mengatakan Komisi Anti-Korupsi Zimbabwe hanya fokus menargetkan orang-orang yang dipandang sebagai pembangkang.