Lembaga Swadaya Masyarakat internasional, Oxfam, merilis hasil penyelidikan mereka tentang mantan Direktur Oxfam di Haiti, Roland Van Hauwermeiren karena diduga melakukan tindakan di luar wewenangnya saat bertugas dalam misi kemanusian pada gempa Haiti tahun 2010.
Seperti dilansir dari laman Reuters, Senin (19/2), laporan tersebut menyebutkan Hauwermeiren mengaku menggunakan jasa pelacur di kediamannya saat misi bantuan sebelum mengundurkan diri tahun 2011.
Badan amal itu kemudian merilis laporan tahun 2011 setelah adanya desakan dari publik.
Penyidikan dilakukan setelah sebuah email diterima pada 12 Juli 2011, mengatakan bahwa sejumlah anggota staf dalam misi kemanusiaan di Haiti telah melanggar kode etik Oxfam yang berkaitan dengan eksploitasi seksual, kecurangan, kelalaian dan nepotisme.
Akibat kasus ini, Inggris dan Uni Eropa sedang mengkaji kembali pendanaan Oxfam, yang merupakan salah satu badan amal terbesar di dunia.