Di Ibu Kota Israel 200 ribu pendukung LGBT gelar pesta jalanan

Warga Tel Aviv memiliki toleransi tinggi pada kelompok LGBT. Festival gay ini terbesar di Timur Tengah

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Di Ibu Kota Israel 200 ribu pendukung LGBT gelar pesta jalanan
Parade Gay di Tel Aviv. ©2016 Merdeka.com/AFP

Ibu Kota Israel, Tel Aviv, pada 3 Juni lalu menggelar Parade Gay terbesar seantero Timur Tengah. Jumlah pesertanya diperkirakan mencapai 200 ribu orang.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (4/6), kegiatan gay pride parade selalu ramai di Tel Aviv. Kota pesisir itu disebut-sebut paling ramah bagi kalangan LGBT dunia.

Dalam tayangan yang dimunculkan televisi setempat, pawai ini tak cuma diikuti oleh kelompok LGBT namun juga warga heteroseksual. Pesta jalanan, pawai, karnaval, pentas musik, hingga pemutaran film digelar di pelbagai titik kota.

Situasi Tel Aviv sangat kontras dengan kota-kota lain di Timur Tengah yang cenderung tidak ramah bagi penyuka sesama jenis. Hampir semua negara mayoritas muslim di kawasan Timur Tengah memiliki hukum pidana untuk mengkriminalisasi penyuka sesama jenis ataupun waria.

Bahkan, dibanding kota-kota lain di Negeri Bintang Daud, Tel Aviv terhitung sangat liberal.

Di Yerusalem, pawai sejenis nyaris mustahil digelar karena ditolak oleh kelompok Yahudi garis keras. Pada parade gay 2015, seorang perempuan ditusuk oleh anggota kelompok Yahudi ultra-ortodok lantaran dianggap menghina agama.

Rekomendasi