Viral Penumpang Lion Air Sebut Ada Bom di Penerbangan Jakarta-Kualanamu, Begini Kronologinya
Saat itu, pesawat tersebut tengah mengangkut sebanyak 184 penumpang atau pelanggan.
Sebuah video viral di media sosial yang menyebutkan adanya kegaduhan di dalam pesawat yang menyebutkan adanya penumpang yang membuat kegaduhan soal adanya bom. Kejadian itu disebutnya terjadi pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, kejadian itu terjadi saat di pesawat Boeing 737-9 registrasi PK-LRH, atau JT-308 rute Jakarta (Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta/CGK) – Kualanamu, Deli Serdang (Bandar Udara Internasional Kualanamu/KNO).
Saat itu, pesawat tersebut tengah mengangkut sebanyak 184 penumpang atau pelanggan.
"Seluruh prosedur keberangkatan berjalan normal hingga pesawat selesai proses push back (mundur dari posisi parkir) dan bersiap menuju taxiway (landas hubung)," kata Danang dalam keterangannya, Minggu (3/7).
Dia menjelaskan, kronologi itu terjadi saat posisi pesawat sudah push back. Kemudian, salah satu pelanggan laki-laki berinisial H menyampaikan informasi adanya bom kepada awak kabin.
Lalu, sesuai prosedur keselamatan penerbangan. Awak kabin pun mengkonfirmasi ulang, dan penumpang tetap menyampaikan hal yang sama.
"Informasi segera dilaporkan kepada kapten pilot dan petugas layanan darat. Karena pernyataan tersebut disampaikan setelah pintu pesawat ditutup dan pesawat mulai bergerak," jelasnya.
"Kejadian ini dikategorikan sebagai RTA (Return to Apron), yaitu prosedur mengembalikan pesawat ke apron untuk pemeriksaan lebih lanju," sambungnya.
Langkah Penangangan
Selanjutnya, sejumlah langkah dalam penanganan itu dilakukan. Mulai dari pesawat diarahkan kembali ke apron (RTA). Lalu, penumpang H diturunkan dan diserahkan kepada pihak berwenang, seperti petugas keamanan bandar udara (aviation security), Otoritas Bandar Udara, PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) serta kepolisian untuk investigasi dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Meskipun pernyataan awal pelanggan diduga sebagai candaan, Lion Air bersama pihak berwenang mengambil langkah tegas dan preventif dengan mengklasifikasikan situasi sebagai potensi ancaman (bomb threat)," ungkapnya.
Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan seluruh pelanggan dan awak pesawat dalam menjalankan standar keselamatan serta keamanan penerbangan yang berlaku," tambahnya.
Berikutnya, seluruh pelanggan diturunkan, bagasi dan barang bawaan diperiksa ulang oleh petugas keamanan dan pihak terkait. Hasil pemeriksaan itu dipastikan tidak ditemukan benda mencurigakan atau berbahaya lainnya.
"Lanjutan penerbangan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan, Lion Air menyiapkan pesawat pengganti Boeing 737-900ER registrasi PK-LSW," ucapnya.
Penerbangan Diberangkatkan Kembali
Penerbangan JT-308 disebutnya kemudian diberangkatkan kembali pada hari yang sama dan telah mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Lion Air menegaskan, agar seluruh pelanggan tidak menyampaikan pernyataan atau informasi palsu yang dapat mengganggu keamanan penerbangan, candaan maupun ancaman.
"Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 437, informasi palsu atau ancaman yang mengganggu keamanan penerbangan dapat dikenakan sanksi hukum pidana dan penanganan tegas dari aparat," pungkasnya.