Tanggapan Bos AirAsia Tony Fernandes soal Dugaan Kartel Tiket Pesawat di Indonesia

Kamis, 4 Juli 2019 17:28 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tanggapan Bos AirAsia Tony Fernandes soal Dugaan Kartel Tiket Pesawat di Indonesia Tony Fernandes. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - CEO AirAsia, Tony Fernandes menanggapi adanya dugaan monopoli atau kartel maskapai penerbangan di Indonesia yang menyebabkan harga tiket pesawat melambung tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Ramai sebelumnya, kartel diduga dilakukan oleh Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Saya benci kartel, saya suka berkompetisi. Saya ingin berkompetisi, dan tidak suka ada kartel dan monopoli. Tapi ingat ya, bukannya saya menuduh ada kartel di Indonesia, saya tidak bilang itu," ujar Tony di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).

"Saya tidak tahu ada kartel atau tidak. Yang jelas saya tidak menyetujui praktik tersebut. Saya pro terhadap kompetisi terhadap konsumen. Janganlah ofensif, jadilah lebih baik," sambungnya.

Tony mengatakan, persaingan bisnis seharusnya berjalan sehat. Semua maskapai pasti bisa menjalankan usaha dengan strategi-strategi khusus termasuk soal menutup biaya operasional dengan tidak memberatkan pelanggan.

"Kami juga punya strategi sendiri untuk mempertahankan harga di level terjangkau. Misalnya membuat lini bisnis baru, seperti hotel, makanan dan lainnya. Jadi begitu cara kami untuk menyiasati biaya operasional maskapai. Kita harus cerdik," katanya.

Bos AirAsia itu menambahkan, saat ini pihaknya fokus dalam menjaga penyediaan tiket pesawat murah bagi pelanggan di saat maskapai lain di Indonesia menerapkan harga tinggi. Hal ini sesuai dengan cita-cita maskapai berwarna merah tersebut.

"Saya tidak bisa komentar soal maskapai lain. Yang penting tugas kami adalah menyediakan harga tiket terbaik untuk konsumen. Bisnis adalah bisnis, kalau maskapai lain menerapkan harga lebih tinggi, kami tidak bisa komen. Hal itu juga buat dugaan kartel. Motto kami adalah membuat semua orang bisa terbang. Kami tidak akan menyimpang dari itu, kalau tidak murah lagi berarti bukan AirAsia," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini