Tahukah Anda? Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Ekosistem Perunggasan Nasional Demi Peternak dan Ketahanan Pangan

Kementan berkomitmen menjaga Keseimbangan Ekosistem Perunggasan nasional, melindungi peternak mandiri hingga perusahaan besar demi ketahanan pangan. Bagaimana strateginya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Ekosistem Perunggasan Nasional Demi Peternak dan Ketahanan Pangan
Kementan berkomitmen menjaga Keseimbangan Ekosistem Perunggasan nasional, melindungi peternak mandiri hingga perusahaan besar demi ketahanan pangan. Bagaimana strateginya? (AntaraNews)

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menegaskan komitmennya. Mereka berupaya menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional yang sehat dan berkeadilan. Hal ini demi memperkuat ketahanan pangan serta keberlanjutan usaha peternak di seluruh Indonesia.

Penegasan ini disampaikan oleh Dirjen PKH Agung Suganda dalam Rapat Koordinasi Perunggasan. Acara tersebut berlangsung di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada hari Rabu. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk asosiasi peternak dan perusahaan pembibit unggas.

Pemerintah berfokus melindungi pelaku usaha, terutama peternak mandiri sebagai penopang utama pangan hewani. Dialog ini membahas solusi isu pasokan anak ayam (DOC) dan kestabilan harga ayam hidup. Tujuannya adalah menjaga daya saing sektor unggas di tengah tekanan global yang ada.

Komitmen Kementan untuk Peternak Mandiri dan Stabilitas Pasar

Fokus utama Kementan adalah peternak rakyat dan peternak mandiri. Mereka adalah tulang punggung produksi unggas di Indonesia. Pemerintah tidak berpihak pada kelompok tertentu, melainkan melindungi semua pelaku usaha.

Meskipun demikian, perhatian juga diberikan kepada perusahaan besar. Perusahaan ini memiliki peran penting dalam menjaga pasokan dan harga di lapangan. Mereka didorong untuk tumbuh dan berkontribusi aktif dalam ekosistem usaha.

Prinsip yang dipegang adalah "yang besar harus membantu yang kecil, bukan sebaliknya,” ujar Agung Suganda. Hal ini untuk menciptakan keseimbangan ekonomi nasional yang berkeadilan. Kementan membuka ruang dialog bagi semua pihak untuk mencari solusi bersama.

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga DOC dan ayam hidup agar tidak memicu inflasi. Kesepakatan bersama pelaku usaha dicapai untuk menahan kenaikan harga tidak wajar. Distribusi DOC juga dipastikan merata sesuai mekanisme bisnis yang sehat.

Sinergi Industri Perunggasan Hadapi Tantangan Global

Agung Suganda mengajak seluruh industri unggas bersatu menghadapi tantangan. Tantangan tersebut termasuk masuknya produk unggas dari luar negeri. Sinergi ini penting untuk menjaga daya saing perunggasan nasional.

Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Asrokh Nawawi menyatakan kesiapan. Perusahaan pembibit siap memenuhi kebutuhan DOC bagi peternak secara bertahap dan merata. Mereka berkomitmen menjaga harga DOC tetap stabil dan tidak naik.

“Kami berkomitmen menjaga harga DOC agar tetap stabil dan tidak naik, serta memastikan pasokan bagi seluruh peternak tanpa terkecuali. Kami juga akan ikut menjaga harga ayam hidup agar tidak terlalu tinggi dan tidak menimbulkan inflasi,” kata Asrokh.

Sekretaris Jenderal Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng mengapresiasi langkah Kementan. Forum komunikasi terbuka ini dianggap konstruktif dan efektif. Kesepahaman yang dihasilkan menjadi momentum penting stabilisasi sektor perunggasan.

Implementasi Kesepakatan untuk Keseimbangan Ekosistem Perunggasan

GOPAN berharap hasil kesepakatan segera diimplementasikan. Tujuannya agar peternak dapat memperoleh DOC dengan harga wajar. “Kami juga mengapresiasi sikap terbuka Kementan, terutama Ditjen PKH, yang benar-benar mendengarkan aspirasi kami,” kata Sugeng.

Dialog yang difasilitasi pemerintah menjadi wadah penting. Ini memungkinkan penyampaian aspirasi dan pencarian solusi bersama. Komunikasi dan transparansi antar pelaku usaha sangat ditekankan untuk menjaga kestabilan pasar.

Keseimbangan ekosistem perunggasan yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan adalah tujuan utama. Ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh. Upaya ini melibatkan semua pihak, dari peternak kecil hingga perusahaan besar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi