Seluk Beluk Bisnis Jastip di Indonesia, Bisa Raup Hingga Rp25.000 per Barang

Sabtu, 28 September 2019 13:30 Reporter : Merdeka
Seluk Beluk Bisnis Jastip di Indonesia, Bisa Raup Hingga Rp25.000 per Barang Ilustrasi berbelanja jastip. Shutterstock/Olesia Bilkei

Merdeka.com - Bisnis Jasa Titip (Jastip) sedang menjadi tren di Indonesia. Bisnis ini mengandalkan biaya tambahan dari setiap barang yang dijual kepada konsumennya. Oleh karenanya, para pelaku bisnis ini menyebutnya dengan biaya jasa titip.

Para pelaku jastip biasanya menggunakan media sosial seperti Instagram sebagai media untuk menawarkan jasanya. Berbagai macam produk ditawarkan kepada konsumennya, mulai dari produk dari luar negeri sampai dalam negeri.

Bisnis jasa titip ini biasanya identik dengan barang-barang impor dari luar negeri, seperti sepatu, tas, kosmetik, baju. Namun, bisnis jastip ini tak selalu menjual barang-barang impor. Banyak pelaku bisnis ini yang membuka jasa titip dari dalam negeri.

Salah satu contohnya adalah jastip produk IKEA, jastip event Big Bad Wolf (BBW), dan jastip toko-toko di mal. BBW adalah event buku impor yang selalu diselenggarakan setiap tahun di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di ICE BSD, Tangerang.

Untuk jastip toko di mal, produk yang ditawarkan biasanya dari brand ternama, seperti ZARA, H&M, Pull & Bear, Bershka, Stradivarius, Mango, dan brand lainnya. Para pelaku jastip dalam negeri ini akan mematok harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan jastip luar negeri.

Patokan biaya jasa titip dari setiap pelaku bisnis ini tentu berbeda-beda. Untuk jastip mal, biaya yang dipatok sekitar Rp20.000 sampai 25.000 per barang. Namun, lain lagi dengan jastip event BBW. Harga yang dipatok mulai dari Rp5.000 sampai Rp20.000 per buku.

"Jastip dalam negeri ini banyak peluangnya, apalagi kalau lagi ada sale di suatu toko tersebut. Saya pernah mengirim barang sampai ke wilayah Kota Payakumbuh di Sumatera Barat, kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah, dan masih banyak lagi," ucap Pelaku Bisnis Jasa Titip, Putri saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (28/9).

Meski menawarkan produk yang di jual di dalam negeri, peminatnya pun tetap banyak. Peminat jastip paling banyak biasanya di dominasi oleh pembeli di luar wilayah Jabodetabek. Hal ini dikarenakan brand ternama dan event tersebut tidak menjangkau di seluruh wilayah Indonesia.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini