Revitalisasi SMA Buteng: Pemprov Sultra Gelontorkan Rp5,5 Miliar untuk Pendidikan Unggul

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengalokasikan dana fantastis Rp5,5 miliar untuk program revitalisasi SMA Buteng, sebuah langkah strategis meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan guna mencetak SDM unggul di Buton Tengah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Revitalisasi SMA Buteng: Pemprov Sultra Gelontorkan Rp5,5 Miliar untuk Pendidikan Unggul
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengalokasikan dana fantastis Rp5,5 miliar untuk program revitalisasi SMA Buteng, sebuah langkah strategis meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan guna mencetak SDM unggul di Buton Tengah. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,5 miliar pada tahun 2026. Dana ini ditujukan untuk merevitalisasi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah. Komitmen tersebut berfokus pada penguatan sektor pendidikan untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Melalui revitalisasi ini, pemerintah daerah berupaya memastikan fasilitas pendidikan yang memadai. Tujuannya agar anak-anak di Buton Tengah dapat memperoleh pendidikan berkualitas setara dengan daerah lain.

Alokasi anggaran Rp5,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan disalurkan ke beberapa sekolah di Buton Tengah. Ini merupakan upaya konkret dalam perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur Andi Sumangerukka, SMAN 3 Mawasangka akan menerima Rp1,3 miliar. Selanjutnya, SMAN 2 Mawasangka Tengah mendapatkan Rp1,2 miliar, dan SMAN 1 Sangia Wambulu dialokasikan Rp1,1 miliar.

Tidak hanya itu, SMAN 2 Lakudo juga akan menerima anggaran sebesar Rp738 juta. Sementara itu, SMA 3 Gu mendapatkan alokasi Rp86 juta untuk kebutuhan revitalisasi.

Perbaikan infrastruktur sekolah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Fasilitas yang lebih baik tentunya akan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

Selain revitalisasi SMA Buteng, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menunjukkan perhatian pada program pendidikan lainnya. Salah satunya adalah pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Buton Tengah.

Program ini dirancang secara khusus untuk menghadirkan lingkungan belajar yang modern dan komprehensif. Tujuannya adalah mendukung pengembangan karakter siswa secara menyeluruh.

Perhatian terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui pemberian bantuan seragam sekolah gratis. Bantuan ini menyasar siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Muna, serta siswa di Muna Barat dan Buton Tengah.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pembagian seragam ini adalah bentuk kepedulian pemerintah. Hal ini bertujuan agar anak-anak dapat terus bersekolah tanpa terbebani biaya tambahan bagi orang tua mereka.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara konsisten menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai kemajuan daerah.

Komitmen ini tercermin dari berbagai program yang diluncurkan, termasuk revitalisasi SMA Buteng dan pembangunan fasilitas pendidikan lainnya. Pemerintah daerah bertekad untuk mencetak generasi muda yang berkualitas.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang bermutu dan merata menjadi fokus utama. Ini adalah bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan adanya investasi signifikan di sektor pendidikan, diharapkan Buton Tengah dapat menghasilkan lulusan yang kompeten. Lulusan ini diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi