Gandeng ABPEDNAS, PNM Perkuat Literasi Keuangan dan Pemberdayaan Desa

PNM meneken MoU dengan ABPEDNAS untuk penguatan literasi keuangan dan pemberdayaan desa. Sejumlah pejabat hadir. Ini fokus programnya.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Gandeng ABPEDNAS, PNM Perkuat Literasi Keuangan dan Pemberdayaan Desa
PNM bersinergi dengan tiga asosiasi terbesar di Indonesia. (Istimewa)

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat literasi keuangan dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Kolaborasi ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keempat dan keenam yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Penandatanganan MoU dihadiri Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Reda Manthovani; Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Dewan Pembina ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa); Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan; serta Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi bersama jajaran pengurus ABPEDNAS.

PNM juga bersinergi dengan tiga asosiasi besar yang menaungi sekitar 1,2 juta anggota, yakni Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat Indonesia (ASLINMAS), ABPEDNAS, dan Srikandi Jaga Desa.

Pada skema kerja sama, literasi ditempatkan sebagai pintu masuk utama pemberdayaan. Upaya ini diperkuat melalui pemetaan potensi dan aspirasi desa, serta pendampingan kelompok usaha agar dapat tumbuh berkelanjutan.

Selain aspek ekonomi, masyarakat prasejahtera di desa akan mendapat edukasi pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan hukum agar makin memahami persoalan hukum.

Reda Manthovani menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar manfaat pembangunan desa dirasakan langsung oleh warga.

"Mari bersama-sama menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita keempat dan keenam,membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," kata Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Perempuan Desa Sebagai Penggerak Ekonomi

PNM bersinergi dengan tiga asosiasi terbesar di Indonesia
PNM bersinergi dengan tiga asosiasi terbesar di Indonesia. (Istimewa)

Direktur Utama PNM Kindaris menyebut kemitraan ini selaras dengan fondasi pemberdayaan yang konsisten dijalankan PNM melalui program Mekaar. Bagi PNM, penyaluran pembiayaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan pengetahuan nasabah.

"Melalui pertemuan kelompok mingguan kami juga menghadirkan pendampingan dan edukasi, termasuk literasi keuangan, agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Kami berharap semangat pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan di desa," ungkap Kindaris.

Fokus pemulihan dan pemberdayaan perempuan menjadi daya dorong utama kemitraan ini. PNM mendampingi perempuan prasejahtera agar mandiri secara ekonomi lewat program Mekaar, sementara ABPEDNAS memiliki komunitas Srikandi Jaga Desa yang aktif mendorong peran perempuan dalam pembangunan desa.

Kesamaan basis komunitas tersebut menjadi titik temu strategis untuk memperluas cakupan edukasi, memperkuat jejaring usaha, dan mengoptimalkan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan.

Rekomendasi