Wihaji Ungkap Bantuan GENTING Tembus Rp96,3 Miliar, Sudah Bantu 1,3 Juta Anak

Menteri Wihaji menyebut Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) telah membantu sekitar 1,3 juta anak dengan nilai bantuan mencapai Rp96,3 miliar.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani- Reporter
Wihaji Ungkap Bantuan GENTING Tembus Rp96,3 Miliar, Sudah Bantu 1,3 Juta Anak
Pemaparan Menteri Mendukbangga Wihaji dalam acara GENTING Sumit Collaboration 2026.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengungkapkan realisasi bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) telah mencapai sekitar Rp96,3 miliar. Bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 1,3 juta anak melalui dukungan 182 ribu orang tua asuh.

Hal itu disampaikan Wihaji saat memberikan pemaparan dalam acara GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, (5/11).

Wihaji mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk mempercepat penanganan stunting, terutama bagi keluarga yang membutuhkan intervensi tetapi belum terjangkau program pemerintah.

"Alhamdulillah, laporan dari teman sekalian, yang Bapak bantu hari ini, tahun ini sudah 1,3 juta anak kita. Anak Bapak-Ibu semua. Bapak-Ibu termasuk orang tua asuh," kata Wihaji.

Dia menyebut, jumlah orang tua asuh yang terlibat dalam program tersebut mencapai 182 ribu orang. Jika dikonversikan dalam bentuk nominal, bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp96 miliar.

"Kalau dinominalkan, kira-kira uangnya itu Rp96 miliar. Tadi Bu Deputi laporannya Rp96.304.071.000. Artinya apa? Rp96 miliar bisa kelihatan. Ini angka-angkanya semuanya bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Wihaji menegaskan, data bantuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan, termasuk rincian bantuan nutrisi, rumah layak huni, jamban, dan akses air bersih.

Targetnya Keluarga yang Belum Terjangkau Program Pemerintah

Pemaparan Menteri Mendukbangga Wihaji dalam acara GENTING Sumit Collaboration 2026.
Pemaparan Menteri Mendukbangga Wihaji dalam acara GENTING Sumit Collaboration 2026.

Wihaji menjelaskan, Program GENTING hadir untuk mempercepat penanganan stunting melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak, termasuk perusahaan, BUMN, BUMD, serta masyarakat.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu jawaban bagi keluarga yang membutuhkan bantuan prioritas, tetapi belum dapat terjangkau program pemerintah karena terkendala persyaratan administrasi.

"Saya pernah menjadi kepala daerah, saya pernah menjadi bupati. Terkadang untuk membantu yang prioritas karena aturan sulit untuk dikerjakan dengan berbagai sistem birokrasinya," kata Wihaji.

Dia menambahkan, program GENTING menyasar sekitar 8,1 juta keluarga berisiko stunting (KRS).

"Kenapa GENTING? Maka GENTING adalah salah satu jawaban percepatan negara hadir, pemerintah hadir, stakeholder hadir untuk membantu program-program prioritas yang belum bisa di-cover oleh pemerintah maupun negara," ujarnya.

Bantuan Disalurkan Langsung kepada Penerima

Wihaji memastikan bantuan orang tua asuh dalam Program GENTING disalurkan langsung kepada penerima manfaat, bukan melalui kementerian.

Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan untuk menghindari potensi persoalan gratifikasi.

"Bantuan selama ini tidak melalui kementerian. Kalau melalui kementerian nanti gratifikasi, panjang urusannya. Kita hanya memberikan datanya, silakan disalurkan," kata Wihaji.

Dia menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN memberikan data penerima manfaat kepada orang tua asuh agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan keluarga.

Bantuan tersebut mencakup berbagai bentuk intervensi, seperti pemenuhan nutrisi, pembangunan rumah layak huni, jamban, dan penyediaan air bersih.

Wihaji berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat upaya pencegahan stunting sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan dukungan.

Rekomendasi