Anggaran Tersedia, Suahasil Pastikan Utang Koperasi Merah Putih Dibayar

Suahasil Nazara menegaskan utang KDMP akan dibayar saat jatuh tempo. Dana disiapkan di APBN 2026, sambil menunggu verifikasi lapangan. Ini penjelasannya.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Anggaran Tersedia, Suahasil Pastikan Utang Koperasi Merah Putih Dibayar
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers kepada media di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil resmi menjabat Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (KLY/Budy Santoso)

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan kewajiban utang terkait pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan dibayar pemerintah saat jatuh tempo. Ia menyebut dananya sudah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menurut Suahasil, alokasi pembayaran tersebut sudah tersedia sejak tahap awal penyusunan APBN 2026. Pembayaran akan dilakukan setelah proses verifikasi dan validasi atas pembangunan KDMP di lapangan rampung.

"Telah dianggarkan, jadi anggarannya ada. Dari sejak kita membuat APBN, anggarannya itu ada, tersedia. Nah jadi pasti dibayar, karena sudah ada anggarannya," ujar Suahasil dalam konferensi pers sinergi kebijakan moneter dan fiskal di Kantor Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, verifikasi diperlukan untuk memastikan dasar pembayaran sesuai ketentuan. Pemeriksaan dilakukan bersama kementerian/lembaga terkait, termasuk Kementerian Koperasi dan Agrinas. Setelah verifikasi dan validasi selesai, pembayaran akan mengikuti hasil pemeriksaan yang ada.

"Pasti dibayar karena anggarannya sudah ada," kata Suahasil.

Pembiayaan KDMP Dipantau KSSK

Pembiayaan pembangunan KDMP tercakup dalam koordinasi lintas lembaga di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Danantara yang berkaitan dengan kepemilikan Bank Himbara.

Bank-bank Himbara menjalankan pembiayaan untuk pembangunan KDMP. Dengan posisi Danantara sebagai pemilik Himbara, aspek pembiayaan ini turut menjadi bagian dari koordinasi antaranggota KSSK.

Selain memantau perkembangan pembiayaan, KSSK secara rutin melakukan stress test guna melihat ketahanan sistem keuangan terhadap berbagai skenario, termasuk perkembangan ekonomi global dan potensi dampaknya terhadap Indonesia. Suahasil mengatakan hasil pengujian tersebut menjadi bahan informasi bagi pimpinan KSSK dalam melihat kondisi perekonomian dan stabilitas sistem keuangan.

Rapat KSSK Oktober, Suahasil Nazara Tekankan Koordinasi

KSSK menggelar rapat pimpinan setiap tiga bulan, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan pada Oktober 2026. Menjelang rapat tersebut, pembahasan dilakukan melalui sejumlah tahapan koordinasi, termasuk pertemuan bilateral antaranggota KSSK.

Informasi dari berbagai pembahasan kemudian dirangkum menjadi bahan untuk rapat pimpinan KSSK.

"Ini adalah koordinasi kita semua. Karena itu kemampuan untuk koordinasi, kemampuan untuk bersinergi menjadi sangat-sangat penting," tutur Suahasil.

Adapun pembayaran utang KDMP telah disiapkan melalui APBN 2026 dan akan dilakukan setelah verifikasi serta validasi pembangunan di lapangan tuntas.

Rekomendasi