Pemindahan Payroll ASN Dinilai Berpotensi Rugikan Ekonomi Daerah

Rencana pemindahan payroll ASN dari BPD ke Himbara dikhawatirkan akan berdampak negatif pada ekonomi daerah dan pekerja BPD.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Pemindahan Payroll ASN Dinilai Berpotensi Rugikan Ekonomi Daerah
Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dok BKN

Serikat Karyawan (Sekawan) Bank Jakarta menilai bahwa rencana pemindahan payroll Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dapat mengurangi peran BPD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Sekawan Bank Jakarta, Reksa Ardiansyah, menjelaskan bahwa setiap BPD memiliki karakteristik bisnis yang unik, dengan layanan dan pembiayaan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

"BPD memiliki pendekatan bisnis yang dekat dengan masyarakat karena setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda," ujar Reksa dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI bersama Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia di Gedung DPR RI, Kamis (3/9).

Reksa menambahkan bahwa BPD tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memberikan solusi pembiayaan yang berbasis pada kearifan lokal. Jika skema payroll ASN dialihkan, kapasitas BPD dalam mendukung masyarakat kecil dikhawatirkan akan menurun drastis.

"Banyak skema bisnis BPD yang membantu masyarakat kecil meningkatkan taraf hidup melalui pendekatan yang sesuai dengan kearifan lokal," tegasnya.

Dampak ke Pekerja BPD

Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN

Reksa juga mengingatkan bahwa pengalihan payroll ini dapat berdampak langsung kepada para pekerja BPD dan keluarganya. Penurunan aktivitas bisnis bank daerah dapat mengancam keberlanjutan lapangan kerja dan kesejahteraan rumah tangga mereka.

BPD di berbagai wilayah seperti Jakarta, Bali, Sulawesi, Papua, Aceh, Sumatra, Jawa Timur, hingga Jawa Tengah memiliki karakteristik ekonomi yang sangat bervariasi, sehingga kebijakan pemerintah perlu mempertimbangkan keunikan masing-masing daerah.

"Dampak terhadap BPD akan memberikan efek simultan kepada pekerja dan keluarga. Meskipun dampaknya terlihat kecil, hal itu sangat berarti bagi mereka," lanjut Reksa.

Atas dasar tersebut, Sekawan Bank Jakarta mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali peran strategis BPD sebelum merancang kebijakan pemindahan payroll ASN.

Kebijakan yang bijak diharapkan tetap mampu menjaga keberlanjutan bisnis BPD sekaligus mempertahankan kontribusi positifnya bagi ekonomi daerah.

Rekomendasi