Main Judol Hingga Rp200 Juta, 13 Pejabat Kementan Akhirnya Dipecat

Mentan Amran sapu bersih 13 pejabat Kementan yang ketagihan judi online.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Main Judol Hingga Rp200 Juta, 13 Pejabat Kementan Akhirnya Dipecat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengambil langkah drastis dengan mencopot secara permanen 13 pejabat eselon di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Keputusan ini diambil lantaran para pejabat tersebut terbukti terlibat dalam aktivitas judi online (judol), pelanggaran disiplin berat yang merusak integritas aparatur sipil negara (ASN).

Keputusan tegas ini disepakati setelah pimpinan Kementan menggelar rapat maraton sejak pukul 06.00 WIB untuk menindaklanjuti dan membahas hasil pemeriksaan para pejabat terkait.

"Hari ini kami rapat mulai jam 06.00 pagi tadi. Kemudian pertemuan, ada yang kami tindak pejabat eselonnya enggak usah sebut, pejabat saja. Sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua 13 (pejabat eselon)," tegas Mentan Amran saat jumpa pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (31/8).

Sanksi pemecatan ini berawal dari laporan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pejabat dalam judi daring. Kementan kemudian melakukan verifikasi serta penelusuran mendalam hingga seluruh data pendukung dinyatakan valid dan lengkap.

Dari hasil penelusuran tersebut, terungkap fakta mengejutkan: terdapat pejabat yang memiliki nilai deposit judi daring mendekati angka Rp200 juta. Bukti kuat ini semakin memperkokoh alasan penjatuhan sanksi pencopotan permanen. Mentan juga mengonfirmasi bahwa kasus ini murni terkait judi daring dan tidak ada hubungannya dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Pengulangan Pelanggaran dan Bentuk Kasih Sayang

Langkah drastis ini menjadi pilihan terakhir karena beberapa pejabat sebelumnya sudah pernah dibina dan diberi peringatan atas pelanggaran serupa, namun tetap mengulangi perbuatannya. Bagi Amran, keterlibatan ASN dalam judi daring sama sekali tidak bisa ditoleransi sebab bertentangan dengan nilai agama, etika publik, serta tanggung jawab pelayan masyarakat. Sebagai sosok yang harus memberi teladan, pejabat yang melanggar dianggap tak lagi layak dipertahankan.

Uniknya, Amran menilai hukuman keras ini justru merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moralnya terhadap masa depan para pegawai beserta keluarga mereka.

"Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya dari pada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mekerka. Ini saya harus pertanggungjawabkan," ucap Amran.

"Saya sebagai Bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya," tambahnya.

Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan

Guna memastikan roda pelayanan tidak terhenti, Amran telah menginstruksikan Inspektorat Jenderal dan Sekretariat Jenderal Kementan untuk segera mengisi posisi-posisi yang kosong. Ia menjamin pencopotan 13 pejabat eselon ini tidak akan menggangu kinerja Kementan yang diperkuat oleh sekitar 52 ribu pegawai.

Selain menjadi sarana pembinaan, tindakan tegas ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur di lingkungan Kementan agar selalu menjaga disiplin dan integritas.

Rekomendasi