Gandeng ADB, Bank SMBC Siap Dongkrak Pembiayaan Perdagangan

Kerja sama ini memungkinkan Bank SMBC Indonesia memperluas jangkauan pembiayaan ke berbagai segmen pelaku industri.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Gandeng ADB, Bank SMBC Siap Dongkrak Pembiayaan Perdagangan
<p>PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN). (Foto: Bank SMBC Indonesia)</p>

PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (Bank SMBC Indonesia) resmi berkolaborasi dengan Asian Development Bank (ADB) untuk memperkuat kapabilitas pembiayaan perdagangan dan rantai pasok. Sinergi ini ditujukan untuk membangun ekosistem perdagangan nasional yang lebih efisien, tangguh, serta berkelanjutan.

Melalui skema unfunded risk participation, kerja sama ini memungkinkan Bank SMBC Indonesia memperluas jangkauan pembiayaan ke berbagai segmen pelaku industri.

Dalam skema tersebut, ADB bertindak sebagai mitra partisipasi risiko strategis untuk portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok bank. Langkah ini dirancang secara pruden demi memperkuat mekanisme kontingensi kredit sekaligus menjaga kualitas kredit tetap sehat.

Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito menekankan krusialnya peran pembiayaan ini bagi dunia usaha.

"Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran yang semakin penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai," kata Jun Saito.

"Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapabilitas serta menyediakan solusi yang mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang dalam sebuah ekosistem bisnis yang lebih luas," lanjutnya.

Meski menjalin kemitraan dengan ADB, Bank SMBC Indonesia tetap memegang kendali penuh atas seluruh proses origination, administrasi, pengelolaan, hingga pemantauan transaksi.

Jamin Proses Operasional Berjalan Sesuai Tata Kelola

Sebagai bagian dari program pembiayaan ADB, Bank SMBC Indonesia memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Ini mencakup proses uji tuntas nasabah, kepatuhan regulasi, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan guna mendukung praktik perbankan kehati-hatian berstandar internasional.

Bagi Bank SMBC Indonesia, pembiayaan perdagangan dan rantai pasok merupakan solusi strategis untuk tumbuh bersama nasabah di setiap tingkatan rantai nilai. Bank pun terus meningkatkan kapasitas sistem dan produknya dari segmen korporasi hingga mikro.

Komitmen tersebut selaras dengan performa positif lini bisnis bank. Per akhir Juni 2026, kredit konsolidasi di segmen korporasi dan komersial Bank SMBC Indonesia tumbuh 12,8% secara tahunan (year-on-year) mencapai Rp116,5 triliun. Segmen bisnis lainnya juga mencatatkan tren positif:

  • Jenius: Tumbuh 9,9 persen (yoy) menjadi Rp3,69 triliun.
  • BTPN Syariah: Tumbuh 8,7 persen (yoy) menjadi Rp11,03 triliun.
  • Pembiayaan Anak Usaha (OTO & SOF): Meningkat 5,8 persen (yoy) menjadi Rp31,89 triliun.

Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional dan konektivitas bisnis di Indonesia.

"Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Saito.

Rekomendasi