Polisi Ungkap Alasan Pelajar Faturrohman Diamankan Saat Demo Ricuh

Saat kejadian, Faturrohman berada di mulut gang yang menjadi akses menuju rumah warga.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Polisi Ungkap Alasan Pelajar Faturrohman Diamankan Saat Demo Ricuh
Demo Mahasiswa di DPR Memanas, Pagar Dirusak dan Ban Dibakar

Kericuhan terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) malam. Seorang siswa kelas 12 Madrasah Aliyah (MA), Faturrohman, mengaku menjadi korban pemukulan setelah kerumunan massa masuk ke gang dekat rumahnya di Jalan Pejompongan, Bendungan Hilir.

Saat kejadian, Faturrohman berada di mulut gang yang menjadi akses menuju rumah warga. Menurut dia, kawasan tersebut bukan tempat massa berkumpul. Namun, sejumlah orang dari kerumunan kemudian masuk ke gang.

Faturrohman mengatakan salah seorang dari mereka mengaku sebagai intel polisi dari DPR. Orang tersebut kemudian menariknya keluar dari gang.

“Enggak, langsung narik,” kata Faturrohman kepada wartawan, Jumat, (28/8/2026).

Faturrohman mengaku sudah menjelaskan bahwa dirinya merupakan warga setempat. Namun, orang tersebut tetap membawanya keluar dari gang.

“Sudah saya ngomong ini saya warga sini. Dia enggak percaya, ya sudah saya dibawa ke luar,” ujarnya.

Setelah berada di luar gang, Faturrohman mengaku didatangi sejumlah orang lain yang disebut merupakan teman orang yang membawanya. Dia kemudian dipukuli.

“Langsung narik ke luar, dan langsung disamperin sama teman-temannya digebukin saya,” katanya.

Menurut Faturrohman, pukulan mengenai bagian dada, punggung, dan kepalanya. Selain menggunakan tangan kosong, dia menyebut ada benda menyerupai penggaris yang digunakan untuk memukulnya.

Telepon seluler Faturrohman juga terjatuh saat kejadian. Dia kemudian dibawa ke kompleks Gedung DPR/MPR RI sebelum akhirnya dibawa ke Polda Metro Jaya.

Faturrohman mengatakan sempat dipisahkan oleh tim medis ketika berada di kompleks DPR. Namun, dia mengaku kembali ditarik dan dibawa pergi.

Dia juga mengaku mengalami intimidasi setelah berada di DPR dan Polda Metro Jaya. Menurut Faturrohman, dirinya diminta mengakui sebagai provokator.

 

Klarifikasi Polisi

Berbeda, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan Faturrohman diamankan di Subdit Kamneg karena diduga melakukan pelemparan saat aksi.

“Ya, memang diamankan di Subdit Kamneg yang bersangkutan pada saat melaksanakan aksi melakukan pelemparan, ini juga sudah dalam proses pendalaman,” kata Budi, Jumat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin juga memberikan penjelasan terkait pengamanan Faturrohman. Menurut Iman, Faturrohman berada di tengah kerumunan ketika kerusuhan terjadi. Polisi, kata Iman, kemudian mengevakuasinya.

“Memang pada saat terjadi kerusuhan, yang bersangkutan dievakuasi oleh tim kami karena berada di kerumunan massa yang sedang rusuh,” ujar Iman.

Setelah dievakuasi, Faturrohman dibawa ke tempat penyidik. Orang tuanya kemudian menjemputnya pada Jumat siang.

“Tadi siang orang tua dari yang bersangkutan sudah menjemput di tempat kami,” kata Iman.

Penjelasan itu disampaikan Iman untuk meluruskan informasi mengenai penanganan Faturrohman yang beredar di media sosial.

“Jadi kami luruskan sebagaimana apa yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Rekomendasi