SMBC Indonesia Putuskan Tebar Dividen Rp101 Miliar, Setara Rp9,39 per Saham

Langkah ini mengingat perseroan telah memenuhi jumlah minimum dana cadangan wajib sebesar 20 persen dari jumlah modal ditempatkan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
SMBC Indonesia Putuskan Tebar Dividen Rp101 Miliar, Setara Rp9,39 per Saham
SMBC Indonesia Putuskan Tebar Dividen Rp101 Miliar, Setara Rp9,39 per Saham (Merdeka.com)

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia) memutuskan untuk menggunakan laba bersih tahun buku 2025 untuk dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih atau sekitar Rp101,11 miliar, setara dengan sekitar Rp9,49 per saham (gross) dan untuk tidak menyisihkan dana cadangan wajib.

Langkah ini mengingat perseroan telah memenuhi jumlah minimum dana cadangan wajib sebesar 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor yang disyaratkan Undang-Undang Perseoran Terbatas No. 40 Tahun 2007.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar mengatakan kebijakan dividen dengan dividend payout ratio sebesar 20 persen mencerminkan fokus SMBC Indonesia pada pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, serta struktur permodalan yang tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ke depan.

"Pembagian dividen ini menjadi bagian dari komitmen SMBC Indonesia dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan," kata Henoch di Jakarta, Kamis (23/4).

Para pemegang saham juga setuju untuk membukukan sisa laba bersih Perseroan setelah dikurangi penyisihan dana dividen dan dana cadangan wajib sebagai laba ditahan Perseroan, serta setuju atas usulan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

Perubahan susunan pengurus Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan merupakan bagian dari penguatan tata kelola, melalui pengangkatan Emilya Tjahjadi sebagai Direktur dan Linus Ekabranko Windoe sebagai Komisaris Independen, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Rapat juga menerima pengunduran diri Ninik Herlani Masli Ridhwan sebagai Komisaris Independen.

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru adalah sebagai berikut:

Jajaran Direksi

SMBC Indoesia Tebar Dividen Rp101 MIliar, Setara Rp9,39 per Saham
SMBC Indoesia Tebar Dividen Rp101 MIliar, Setara Rp9,39 per Saham istimewa

Direktur Utama : Henoch Munandar

Wakil Direktur Utama : Jun Saito

Wakil Direktur Utama : Michellina Laksmi Triwardhany

Direktur Kepatuhan : Dini Herdini

Direktur : Atsushi Hino

Direktur : Yuki Terayama

Direktur : Merisa Darwis

Direktur : Hanna Tantani

Direktur : Emilya Tjahjadi*

Susunan ini efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jajaran Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Chow Ying Hoong

Komisaris : Takeshi Kimoto

Komisaris Independen : Linus Ekabranko Windoe*

Komisaris Independen : Onny Widjanarko

Komisaris Independen : Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono

Komisaris Independen : Marita Alisjahbana

Susunan ini juga efektif setelah memperoleh persetujuan OJK

"Perubahan susunan pengurus ini merupakan bagian dari upaya memperkuat arah strategis dan tata kelola perusahaan, khususnya memastikan segmen wholesale banking dan commercial banking semakin solid, baik dari sisi strategi pertumbuhan, pengelolaan portofolio, maupun penguatan hubungan dengan nasabah korporasi," jelas Henoch.

Menyetujui Laporan Keuangan 2025

RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Per 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0 persen secara year-on-year (yoy).

Sementara itu, SMBC Indonesia juga membukukan laba bersih setelah pajak untuk bank saja (bank only) sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025.

Selain agenda-agenda tersebut, pemegang saham menyetujui beberapa pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Perseroan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi.

Rapat juga menerima sejumlah laporan Perseroan, termasuk laporan rencana bisnis Bank, Laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi, sebagai bagian dari komitmen transparansi kepada pemegang saham.

Rekomendasi