PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat komitmen dekarbonisasi dalam operasional bisnisnya. Langkah ini berhasil menekan intensitas emisi gas rumah kaca cakupan satu (Scope 1) hingga 21 persen dibandingkan tahun dasar 2010.
Sekretaris Perusahaan SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa penurunan emisi ini dicapai melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), seperti pemanfaatan bahan bakar alternatif, penggunaan energi bersih, hingga pengembangan semen rendah karbon.
"Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis," kata Vita dikutip dari Antara, Jumat (14/8).
Sepanjang tahun 2025, SIG mencatat lonjakan pemanfaatan bahan bakar alternatif sebesar 24 persen menjadi 681 ribu ton. Bahan bakar tersebut bersumber dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Penggunaan bahan bakar alternatif ini setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton, sekaligus mendorong tingkat substitusi energi panas (thermal substitution rate/TSR) mencapai 9,77 persen.
Tak hanya dari sampah, SIG juga memanfaatkan panel surya di sejumlah unit operasional serta menerapkan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengubah panas buang proses produksi menjadi energi listrik.
Berkat rangkaian inovasi tersebut, selain emisi Scope 1 yang turun 21 persen, emisi cakupan dua (Scope 2) SIG juga berhasil dipangkas hingga 15 persen dibandingkan tahun dasar 2019.
Sebagai informasi, Emisi Scope 1 merupakan emisi langsung dari operasional yang dikendalikan perusahaan, sedangkan Scope 2 adalah emisi tidak langsung dari pemakaian energi listrik yang dibeli.
Advertisement
Pengembangan Semen Hijau Rendah Karbon
Dari sisi lini produk, SIG terus memproduksi semen hijau dengan material dan proses yang jauh lebih ramah lingkungan. Produk semen hijau ini mampu menghasilkan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional, tanpa mengorbankan standar mutu dan kualitas bangunan.
Vita menjelaskan, seluruh upaya dekarbonisasi ini bermuara pada Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan strategi perusahaan.
Bahkan, SIG dianugerahi ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI untuk sektor Capital Market kategori Listed Company. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, kepada Pgs Group Head of Strategic Growth and ESG SIG, Muhammad Taqiyuddin.
"Untuk memastikan penerapan ESG berjalan secara konsisten, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan. Seluruh pencapaian ini menjadi motivasi bagi SIG untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia," pungkas Vita.