Prabowo Target Ekonomi Tumbuh 6% pada 2026, Ini Data yang Diacu

Di Sidang Tahunan MPR, Prabowo yakin ekonomi 6% tercapai akhir 2026. Ia menyoroti data kuartal I, investasi, dan seruan kemandirian.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani - Reporter
Prabowo Target Ekonomi Tumbuh 6% pada 2026, Ini Data yang Diacu
Dari sisi domestik, aktivitas konsumsi diperkirakan akan menguat pada 2024. Hal itu sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat, inflasi yang terkendali, dan meningkatnya penciptaan lapangan kerja. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 6% pada akhir 2026 dengan kebijakan yang tepat dan rasional. Keyakinan itu ia sampaikan dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).

Ia mengaitkan proyeksi tersebut dengan capaian perekonomian awal 2026 serta kepercayaan investor yang menurutnya tetap kuat hingga pertengahan tahun.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan perang terbuka di sejumlah kawasan yang menekan rantai pasok dan perekonomian dunia.

Kinerja Kuartal I 2026 dan Target 6%

Menurut Prabowo, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal I 2026. Ia menyebut kinerja kuartal pertama dan semester pertama tahun ini sebagai yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

"Ini adalah pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini. Dengan kebijakan tepat dan rasional, saya yakin pertumbuhan ekonomi akhir tahun ini bisa mencapai angka 6%," ujar dia.

Ia menyebut semester pertama 2026 telah menciptakan 1,4 juta lapangan kerja.

Investasi Tumbuh dan Seruan Kemandirian

Prabowo menyampaikan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931 triliun dan disebut telah menciptakan 2,7 juta lapangan kerja.

Pada semester I 2026, realisasi investasi dilaporkan sebesar Rp 1.010 triliun.

"Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati rakyat kita kebanyakan, tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus ciptakan pekerjaan. Harus hasilkan perbaikan kualitas rakyat terutama rakyat paling bawah. Itu orientasi pemerintahan yang saya pimpin," kata dia.

Ia merujuk situasi global yang bergejolak, termasuk perang terbuka di Eropa dan Timur Tengah, serta gangguan rantai pasok yang memukul banyak negara.

"Dalam keadaan seperti ini Indonesia harus mampu yakin berdiri di kaki sendiri. Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh bergantung pada pasokan luar. Kalau situasi berubah tiba-tiba jelek, kita tetap harus survive," kata Prabowo saat Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).

"Tidak boleh tinggalkan mereka yang tidak berdaya. Tidak boleh ada kelaparan di bumi Indonesia. Anggota G20 tidak pantas rakyat kita yang lapar," tutur dia.

Rekomendasi