Kerugian ekonomi Prancis akibat gelombang panas musim panas ini diperkirakan mencapai 10 hingga 15 miliar euro (sekitar Rp187 triliun hingga Rp280 triliun). Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Prancis Monique Barbut.
"Estimasi biaya langsung dan tidak langsung akibat gelombang panas musim panas ini berada di kisaran 10 hingga 15 miliar euro," kata Barbut dalam rapat darurat dikutip dari Sputnik, Kamis (13/8).
Barbut menambahkan bahwa kalkulasi pasti atas total kerugian ekonomi masih sulit dipastikan saat ini karena gelombang panas ekstrem masih terus berlangsung.
"Namun, nilainya dipastikan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 karena durasi gelombang panas kali ini lebih panjang dan intensitasnya lebih kuat," ujar Barbut, seraya menguraikan bahwa nilai kerusakan pada 2022 lalu diperkirakan mencapai 5 hingga 6 miliar euro.
Advertisement
Benua Eropa Dilanda Gelombang Panas
Benua Eropa saat ini tengah dilanda salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak terparah dirasakan oleh Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani.
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya pada Juli menyatakan bahwa negaranya menghadapi jumlah kebakaran hutan tertinggi pada musim panas ini sejak berakhirnya Perang Dunia II.