Momen Anggota OPM Kembali ke NKRI, Cium Merah Putih dan Serahkan Senjata

Empat anggota OPM di Puncak Jaya kembali ke NKRI dalam upacara reintegrasi. Mereka menyerahkan senjata dan Pangkoops Habema menyampaikan pesan.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
Momen Anggota OPM Kembali ke NKRI, Cium Merah Putih dan Serahkan Senjata
Empat anggota OPM kembali gabung Indonesia. (Liputan6.com/istimewa).

Empat anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, resmi kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komitmen itu ditunjukkan dalam Upacara Reintegrasi Nasional di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Sabtu (26/9/2026), melalui penyerahan empat pucuk senjata kepada Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigjen TNI Riyanto.

Keempat orang tersebut yaitu Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi. Kopitua Tabuni diketahui menjabat sebagai Koordinator Lapangan (Danops Wil) OPM Kodap XXVIII/Yambi.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan penghargaan atas keputusan mereka untuk kembali ke NKRI.

"Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan," ujar Riyanto dalam keterangannya, Minggu (27/9).

 

Empat anggota OPM kembali gabung Indonesia. (Liputan6.com/istimewa).
Empat anggota OPM kembali gabung Indonesia. (Liputan6.com/istimewa).

Menurutnya, penyerahan senjata bukanlah akhir dari proses. Langkah selanjutnya menjadi tahapan penting, mulai dari penerimaan oleh masyarakat dan keluarga, pendampingan oleh pemerintah, hingga dukungan pihak-pihak lain yang dapat membantu mereka menjalani hidup lebih baik.

"Setelah ini mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali," kata dia.

Riyanto menekankan reintegrasi membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan keluarga. Ia menyebut keamanan yang telah tercipta harus diikuti dengan kembalinya kehidupan sosial, pelayanan masyarakat yang baik, dan tumbuhnya kepercayaan di tengah masyarakat.

"Penyerahan empat pucuk senjata kepada Pangkoops TNI Habema pada hari itu bukan sekadar penyerahan materiil. Yang lebih penting adalah keputusan empat orang untuk meninggalkan kekerasan dan membuka lembaran kehidupan baru bersama keluarga dan masyarakat," tutur Riyanto.

Senjata yang diserahkan terdiri dari satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms caliber 22 LR yang diserahkan Bejo Tabuni, serta satu pistol Combat kaliber 9 mm yang diserahkan Lipar Tabuni.

Seluruh senjata yang diserahkan kemudian diamankan dan ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rekomendasi