Antrean BBM di SPBU Mataram, Ternyata Ini Pemicunya

Lonjakan antrean di lapangan dipicu oleh kenaikan harga BBM non-subsidi jenis pertamax, yang mendorong masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi jenis pertalite.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Antrean BBM di SPBU Mataram, Ternyata Ini Pemicunya
Harga BBM yang mengalami kenaikan merupakan jenis nonsubsidi, dimana mengikuti perkembangan pasar minyak dunia karena adanya gelojak di Timur Tengah. Perubahan harga diprediksi terjadi per 1 April 2026 pukul 00.00 WIB. Tampak dalam foto, para pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan oleh Pertamina, perusahaan minyak dan gas milik negara Indonesia, di Yogyakarta, pada Sabtu 28 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)

Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menjelaskan soal kondisi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Mataram. Salah satunya dipicu karena keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM).

"Informasi dari Pertamina, beberapa faktor jadi pemicu antrean panjang di SPBU adalah keterlambatan distribusi dan migrasi konsumsi masyarakat," kata Asisten II Setda Kota Mataram H Miftahurrahman dikutip dari Antara Mataram, Jumat (7/8).

Informasi tersebut disampaikan pihak Pertamina dalam rapat 'high level meeting' Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram, menyikapi terjadinya antrean panjang di setiap SPBU, termasuk sejumlah SPBU di Kota Mataram.

Dalam kesempatan itu, lanjutnya, pihak Pertamina juga menyampaikan ketersediaan stok BBM sebenarnya dalam kondisi mencukupi.

Namun, lonjakan antrean di lapangan dipicu oleh kenaikan harga BBM non-subsidi jenis pertamax, yang mendorong masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi jenis pertalite.

"Informasi ketersediaan BBM sebenarnya cukup, tapi yang menjadi persoalan karena ada kenaikan harga pertamax, masyarakat beralih ke pertalite sehingga permintaannya menjadi maksimal," katanya.

Migrasi ke Pertalite dan Keterlambatan Pengiriman

 

Selain migrasi konsumsi ke pertalite, katanya, keterlambatan pengiriman pasokan BBM ke SPBU juga menjadi pemicu mengularnya antrean di SPBU.

Keterlambatan pengiriman dalam waktu tertentu memberikan dampak berantai pada jam-jam operasional berikutnya.

"Ada keterlambatan pengiriman dalam satu waktu tertentu, sehingga berpengaruh secara berlanjut (continue). Misalnya terlambat satu jam, tentu berdampak ke jam-jam berikutnya," katanya menjelaskan.

Terhadap kondisi itu, kata Miftah, Pemerintah Kota Mataram berharap proses pengiriman dari pihak Pertamina dapat segera kembali normal sehingga antrean di SPBU Kota Mataram dapat terurai dalam waktu dekat.

Rekomendasi