Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menjelaskan soal kondisi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Mataram. Salah satunya dipicu karena keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
"Informasi dari Pertamina, beberapa faktor jadi pemicu antrean panjang di SPBU adalah keterlambatan distribusi dan migrasi konsumsi masyarakat," kata Asisten II Setda Kota Mataram H Miftahurrahman dikutip dari Antara Mataram, Jumat (7/8).
Informasi tersebut disampaikan pihak Pertamina dalam rapat 'high level meeting' Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram, menyikapi terjadinya antrean panjang di setiap SPBU, termasuk sejumlah SPBU di Kota Mataram.
Dalam kesempatan itu, lanjutnya, pihak Pertamina juga menyampaikan ketersediaan stok BBM sebenarnya dalam kondisi mencukupi.
Namun, lonjakan antrean di lapangan dipicu oleh kenaikan harga BBM non-subsidi jenis pertamax, yang mendorong masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi jenis pertalite.
"Informasi ketersediaan BBM sebenarnya cukup, tapi yang menjadi persoalan karena ada kenaikan harga pertamax, masyarakat beralih ke pertalite sehingga permintaannya menjadi maksimal," katanya.
Advertisement
Migrasi ke Pertalite dan Keterlambatan Pengiriman
Selain migrasi konsumsi ke pertalite, katanya, keterlambatan pengiriman pasokan BBM ke SPBU juga menjadi pemicu mengularnya antrean di SPBU.
Keterlambatan pengiriman dalam waktu tertentu memberikan dampak berantai pada jam-jam operasional berikutnya.
"Ada keterlambatan pengiriman dalam satu waktu tertentu, sehingga berpengaruh secara berlanjut (continue). Misalnya terlambat satu jam, tentu berdampak ke jam-jam berikutnya," katanya menjelaskan.
Terhadap kondisi itu, kata Miftah, Pemerintah Kota Mataram berharap proses pengiriman dari pihak Pertamina dapat segera kembali normal sehingga antrean di SPBU Kota Mataram dapat terurai dalam waktu dekat.