Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tengah mengupayakan penambahan kuota elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram. Usulan ini diajukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan gas di wilayah tersebut. Langkah ini juga bertujuan memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menyampaikan hal ini setelah melakukan pemantauan langsung. Pemantauan dilakukan terhadap ketersediaan stok elpiji di beberapa agen penyalur. Kegiatan ini berlangsung di Rejang Lebong, Bengkulu, pada hari Jumat.
Hendri Praja menekankan pentingnya evaluasi kecukupan pasokan gas bersubsidi. Tingginya tingkat konsumsi masyarakat menjadi dasar pertimbangan utama. Ia menilai kuota saat ini masih belum mencukupi kebutuhan di 15 kecamatan yang ada.
Advertisement
Advertisement
Evaluasi Kebutuhan dan Kondisi Lapangan
Plt Bupati Hendri Praja menjelaskan, pengajuan usulan penambahan kuota elpiji ini berawal dari hasil pemantauan lapangan. Ia meninjau dua agen penyalur utama di Rejang Lebong. Agen tersebut adalah PT Putri Cempaka Lestari di Kelurahan Talang Benih dan PT Karjan Jaya Gudang di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup.
Berdasarkan data penyaluran, PT Putri Cempaka Lestari menerima pasokan rata-rata lima truk setiap hari. Jumlah ini setara dengan 2.800 tabung elpiji ukuran 3 kilogram. Setiap truk membawa sekitar 560 tabung untuk didistribusikan ke pangkalan resmi.
Secara keseluruhan, total kuota elpiji yang masuk ke Kabupaten Rejang Lebong dari seluruh agen penyalur mencapai sekitar 13 truk per hari. Angka ini setara dengan 7.280 tabung elpiji bersubsidi setiap harinya. Meskipun pasokan harian tergolong stabil, jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan.
Advertisement
Hendri Praja menegaskan bahwa peningkatan kuota diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Lonjakan ini khususnya terjadi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan situasi tertentu lainnya. "Kami ingin memastikan jangan sampai terjadi kelangkaan gas di masyarakat," ujarnya.
Advertisement
Langkah Konkret dan Harapan Pemkab
Sebagai langkah konkret, Plt Bupati telah memberikan instruksi kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Rejang Lebong. Instruksi tersebut adalah untuk segera berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Koordinasi ini bertujuan mengajukan usulan penambahan kuota secara resmi.
Hendri Praja meminta agar Kepala Disperindagkop-UKM Rejang Lebong segera menindaklanjuti arahan tersebut. Tujuannya adalah agar kuota elpiji untuk Kabupaten Rejang Lebong dapat segera ditambah. Proses ini diharapkan dapat berjalan lancar dan efektif.
"Harapan kita ke depan tidak ada lagi persoalan kelangkaan gas," sebut Hendri. Ia juga meminta data riil distribusi sebagai dasar pemetaan kebijakan. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan elpiji bersubsidi di seluruh wilayah Rejang Lebong.
Advertisement
Dengan adanya penambahan kuota elpiji, Pemkab Rejang Lebong berharap masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan gas. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan energi. Ini juga demi kenyamanan serta kesejahteraan warga Rejang Lebong.
Sumber: AntaraNews