Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Hal itu disampaikan AHY saat memberikan pembekalan kepada peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang akan diberangkatkan Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta seperti dilansir Antara, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 1.476 peserta yang terdiri atas mahasiswa, peneliti, hingga guru besar dari 10 perguruan tinggi negeri mitra yang bekerja sama dengan ratusan perguruan tinggi lain di dalam dan luar negeri.
Mereka akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama di Indonesia Timur, untuk melanjutkan pemetaan dan pengembangan potensi wilayah yang telah dirintis Tim Ekspedisi Patriot 2025.
AHY menilai pendekatan pembangunan berbasis riset dan kondisi riil di lapangan melalui disiplin akademik merupakan langkah strategis, terlebih sebagian besar peserta berasal dari kalangan generasi muda.
"Kita ingin membangun kawasan transmigrasi yang menjadi magnet baru bagi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di situlah kontribusi para mahasiswa menjadi sangat penting, karena rekomendasi yang mereka hasilkan akan lahir dari kondisi nyata di lapangan," ujar AHY.
Melanjutkan riset dan pemetaan yang dimulai tahun lalu, para peserta akan mengidentifikasi berbagai potensi dan tantangan untuk mendorong industrialisasi dan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga sumber daya alam. Temuan dan rekomendasi tersebut diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam mengembangkan setiap kawasan sesuai karakteristik dan keunggulannya.
AHY juga menegaskan perubahan paradigma pembangunan transmigrasi.
"Yang dahulu paradigmannya adalah memindahkan penduduk keluar Pulau Jawa, kini berubah menjadi membangun kawasan-kawasan tersebut agar menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, masuknya investasi, serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.
Ia berharap hasil observasi peserta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis sekaligus menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah dalam penyusunan kebijakan.
"Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik. Data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran," ujarnya.
Advertisement
Janji Keamanan dan Keselamatan
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh peserta selama menjalankan penugasan, khususnya di Papua dan wilayah Indonesia Timur lainnya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri, TNI, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat di setiap lokasi penugasan. Alhamdulillah, seluruh daerah menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot karena memang mereka membutuhkan masukan dan pendampingan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi," ujar Iftitah.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan memantau perkembangan seluruh peserta selama menjalankan penugasan melalui posko yang beroperasi selama 24 jam.
"Meski demikian, kami tidak akan lengah. Selama para peserta bertugas, kami menyiapkan koordinasi selama 24 jam melalui posko pemantauan agar setiap perkembangan dapat dipantau dan seluruh peserta menjalankan penugasan dengan aman," tegasnya.
Tim Ekspedisi Patriot 2025 menghasilkan sekitar 400 dokumen riset dan rekomendasi. Seluruh hasil tersebut akan ditindaklanjuti oleh Tim Ekspedisi Patriot 2026 melalui riset lanjutan dan pendampingan sesuai kebutuhan serta potensi masing-masing kawasan. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.